Netanyahu ke AS Temui Trump Pekan Ini, Bahas Rencana Serang Iran?

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 08:33 WIB
Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: (AFP/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bakal ke Washington pekan ini untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Netanyahu berencana membahas kemungkinan opsi militer terhadap Iran, di tengah negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung.

Menurut salah seorang sumber yang bicara kepada CNN, Netanyahu akan menyampaikan informasi intelijen terbarunya mengenai kemampuan militer Iran. Israel sejak awal memang sangat cemas dengan kekuatan Iran.

"Israel khawatir dengan kemajuan Iran dalam memulihkan persediaan dan kemampuan rudal balistiknya ke status sebelum perang 12 hari," kata sumber tersebut.

Israel, kata dia, meyakini bahwa Iran dapat memiliki 1.800-2.000 rudal balistik dalam beberapa pekan atau bulan. Oleh karenanya, Netanyahu ingin segera mengambil tindakan.

CNN tidak bisa memverifikasi laporan tersebut.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengaku agenda pertemuannya dengan Trump akan membahas serangkaian isu, mulai dari Jalur Gaza, Timur Tengah, hingga negosiasi nuklir AS-Iran.

"Saya akan menyampaikan kepada Presiden mengenai pandangan kami soal prinsip-prinsip penting negosiasi, prinsip-prinsip yang menurut kami sangat penting bukan hanya bagi Israel tapi juga bagi siapa pun di dunia yang menginginkan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah," kata Netanyahu.

Pertemuan Netanyahu-Trump ini direncanakan setelah negosiasi pertama AS-Iran dihelat pada Jumat (6/2) lalu di Oman.

Israel telah berupaya mendorong AS untuk memastikan bahwa kesepakatan negosiasi itu mencakup penyerahan stok uranium Iran, penghentian program pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal balistik, serta penghentian dukungan Iran terhadap proksi-proksinya.

Iran sementara itu telah menegaskan bahwa negosiasi ini hanya akan berfokus soal nuklir. Iran ogah bicara mengenai hal lain, apalagi soal rudal balistik.

Dalam wawancara dengan Axios pada Selasa (10/2), Trump mengatakan serangan militer ke Iran sangat mungkin terjadi jika negosiasi ini gagal mencapai kesepakatan. Trump bahkan blak-blakan menyatakan sedang mempertimbangkan pengerahan satu lagi kapal induk AS ke sekitar Iran.

"Kami punya armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul," kata Trump.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa memang ada diskusi mengenai pengiriman kapal induk kedua saat ini. Jika benar dikirim, kelompok serang kapal induk tersebut akan bergabung dan memperkuat USS Abraham Lincoln yang sudah siaga sejak Januari lalu.

(blq/dna)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK