Inggris Ganti Logo Pemerintah Kala Kerajaan Terseret Skandal Epstein

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 05:00 WIB
Inggris mengganti logo "His Majesty's Government" menjadi "UK Government" dalam penulisan dokumen resmi kala Kerajaan Inggris dirundung skandal Jeffrey Epstein. (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris mengganti logo bertulisan "His Majesty's Government" menjadi "UK Government" dalam sejumlah dokumen komunikasi resmi hingga memicu kritik dari oposisi sayap kanan. 

Selama ini, laman resmi dan berbagai dokumen negara memang menggunakan logo bertuliskan "HM Government" yang mengacu pada Pemerintah Yang Mulia Raja, yang merujuk pada Raja Charles III sebagai kepala negara.

"Keputusan strategis telah diambil untuk menjadikan 'UK Government' sebagai merek utama dalam komunikasi publik," ujar seorang Menteri dari pemerintahan Partai Buruh, dikutip AFP.

Keputusan itu langsung dikecam sejumlah politisi oposisi Partai Konservatif yang menilainya sebagai tindakan "tidak menghormati sejarah, budaya, dan tatanan konstitusional Inggris".

"Sudah menjadi kebiasaan Partai Buruh untuk diam-diam menghapus tradisi," kata politikus Konservatif Alex Burghart.

Di bawah pedoman pemerintahan Konservatif sebelumnya, logo resmi yang dianjurkan adalah Lambang Kerajaan dengan tulisan "HM Government" dan logo ini "sebisa mungkin" digunakan dalam dokumen-dokumen resmi negara.

Seorang juru bicara pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer menyebut perubahan ini dilakukan demi memperjelas penulisan dokumen negara.

"Itu langkah yang tepat dan mencerminkan tujuan sebenarnya, melayani rakyat, bukan kalangan berkuasa," kata aktivis anti-monarki Graham Smith, pimpinan kelompok tekanan Republic, kepada surat kabar The Daily Telegraph.

Smith juga menyinggung dukungan terhadap Kerajaan Inggris yang merosot setelah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait kasus predator seksual dan pedofilia Jeffrey Epstein bulan lalu.

Dalam dokumen-dokumen itu terdapat sejumlah foto dan file yang makin memperjelas dugaan keterlibatan adik Raja Charles III, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor, yang kini telah dicopot gelar dan status kerajaannya.

Survei Savanta yang dipesan Republic menunjukkan dukungan terhadap monarki berada di angka 45 persen, lebih rendah dibanding jajak pendapat YouGov pertengahan Januari yang mencapai 57-59 persen.

Sementara itu, survei YouGov untuk Sky News pada Rabu menunjukkan 45 persen responden menilai Raja Charles III telah berupaya maksimal menjaga jarak dari saudaranya, Andrew Mountbatten-Windsor.

Hampir 40 persen responden lainnya berpendapat sang raja seharusnya mengambil langkah lebih jauh.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK