Taiwan Wanti-wanti Jepang sampai RI Bisa Jadi Target Pencaplokan China

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 15:55 WIB
Sementara itu, kawasan Indo-Pasifik meliputi Asia Timur (Korea Selatan, Korea Utara, Jepang), Asia Selatan, negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga Australia, Selandia Baru, dan negara kepulauan Pasifik. (Foto: AFP/WALID BERRAZEG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Taiwan Lai Ching Te mewanti-wanti sejumlah negara di kawasan Indo-Pasifik termasuk Asia Tenggara berpotensi menjadi sasaran berikutnya jika China berhasil menginvasi dan menduduki wilayahnya.

Dalam wawancara bersama AFP, Lai menuturkan China akan bertingkah "semakin agresif, mengancam stabilitas dan perdamaian di Indo-Pasifik, hingga tatanan hukum internasional."

"Jika Taiwan dianeksasi China, ambisi ekspansionis Beijing tidak akan berhenti di sana," kata Lai pada Selasa (10/2) di Gedung Kantor Presiden di Taipei.

"Negara-negara berikutnya yang berada dalam ancaman (China) adalah Jepang, Filipina, dan negara lainnya di Indo-Pasifik, dengan pada akhirnya bisa turut meluas mencapai Amerika dan Eropa," paparnya menambahkan.

China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya yang membangkang karena berupaya memerdekakan diri. 

Sementara itu,kawasan Indo-Pasifik meliputi Asia Timur (Korea Selatan, Korea Utara, Jepang), Asia Selatan, negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga Australia, Selandia Baru, dan negara kepulauan Pasifik.

Selama ini, pemerintahan Presiden Xi Jinping selalu mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menempatkan Taiwan di bawah kendalinya jika diperlukan.

Sementara itu, Taiwan selama ini berlindung di bawah pakta keamanan dengan Amerika Serikat, sehingga Washington yang menjamin keamanan Taipei termasuk soal pembelian senjata dan alutsista.

Dalam wawancara itu, Lai juga menekankan situasi ini membuat Taipei harus memperkuat pertahanannya, salah satunya melalui tambahan anggaran militer sekitar US$40 miliar (sekitar Rp673 triliun) untuk pembelian persenjataan, terutama dari AS.

Keputusan Lai itu dibuat meski China juga telah mewanti-wanti Washington agar tidak menjual senjata kepada Taiwan.

Kekhawatiran soal agresivitas China juga disuarakan negara lain di kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengisyaratkan Tokyo bisa melakukan intervensi militer jika China menyerang Taiwan, yang memicu kemarahan Beijing.

Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos memperingatkan negaranya hampir pasti terseret konflik terkait Taiwan karena akses militer AS ke sembilan pangkalan di Filipina.

Selain itu, China juga terus memperluas pengaruhnya di Indo-Pasifik, termasuk ngotot mengeklaim hampir 90 persen perairan Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan teritorial negara lainnya di kawasan.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK