Kim Jong Un Sedang Persiapan Tetapkan Putrinya Jadi Suksesor

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 18:55 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut tengah mempersiapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan, pada Kamis (12/2). (Foto: KCNA VIA KNS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut tengah mempersiapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan, pada Kamis (12/2).

Hal itu diungkap anggota parlemen Korea Selatan, mengutip pengarahan badan intelijen (NIS) setelah mendapati Ju Ae kini mulai terlibat memberi masukan terkait kebijakan Korut.

"Sebelumnya, NIS menyebut Kim Ju Ae 'sedang dipersiapkan sebagai penerus', namun kini ia 'telah memasuki tahap penunjukan internal sebagai penerus'," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun kepada wartawan usai mengikuti pengarahan tertutup dari NIS, dikutip AFP.

Ju Ae, yang diperkirakan masih berusia remaja, memang semakin sering tampil menonjol di media resmi Korut saat mendampingi ayahnya dalam berbagai kunjungan lapangan.

Kemunculan itu memicu spekulasi para analis bahwa ia sedang dipersiapkan sebagai pemimpin generasi keempat negara itu.

Lee dan anggota parlemen lainn, Park Sun-won, mengatakan Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) menilai peran Ju Ae dalam berbagai acara publik menunjukkan ia mulai memberi masukan kebijakan. Ia juga diperlakukan sebagai pemimpin de facto kedua tertinggi.

NIS akan memantau apakah Kim Ju Ae hadir dalam pertemuan mendatang Partai Buruh yang berkuasa.

Para legislator juga menyebut NIS akan menilai bagaimana ia ditampilkan, termasuk kemungkinan diberi jabatan resmi.

Korut menyatakan Partai Buruh akan menyelenggarakan sidang pelantikan Kongres kesembilan pada akhir Februari.

Forum itu akan mengungkap sasaran kebijakan utama untuk beberapa tahun mendatang dalam bidang ekonomi, hubungan luar negeri, dan pertahanan.

Di saat yang sama, Kim Jong Un juga mengarahkan pengembangan kapal selam yang diperkirakan mampu membawa hingga 10 rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM).

Kapal tersebut memiliki berbobot sekitar 8.700 ton itu diduga dirancang menggunakan reaktor nuklir.

Para anggota parlemen mengatakan masih belum pasti apakah kapal itu benar-benar akan menggunakan tenaga nuklir atau beroperasi sesuai rancangan.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK