Bos Kartel Narkoba Tewas, Meksiko Berubah Jadi 'Neraka'

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 07:02 WIB
Pimpinan Kartel Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes yang dianggap paling pengaruh dan telah lama diburu, dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko
Operasi militer di Meksiko sukses tewaskan pimpinan Kartel. (REUTERS/Jose Luis Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes yang dianggap paling berpengaruh dan telah lama diburu, dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2) atau Senin (23/2) dini hari WIB. Ia dikenal sebagai salah satu penyelundup narkoba paling dicari di dunia.

Kematian Oseguera menjadi pukulan besar bagi jaringan kriminal yang ia pimpin, sekaligus disebut sebagai kemenangan penting bagi pemerintah Meksiko dalam menunjukkan hasil nyata dalam perang melawan kartel, termasuk kepada pemerintahan Presiden Donald Trump.

Mantan petugas polisi itu selama bertahun-tahun memimpin CJNG hingga berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan kejam di Meksiko. Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat sebelumnya menyebut kelompok ini sebagai salah satu ancaman terbesar dalam perdagangan narkoba global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari CNN Internasional, Operasi militer dilakukan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Setelah operasi berlangsung, kekacauan langsung meletus di sejumlah wilayah.

Kelompok yang diduga terkait kejahatan terorganisir membakar bus dan berbagai bisnis, serta memblokir jalan dengan kendaraan yang dibakar. Bentrokan bersenjata pun terjadi antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Di Zapopan, polisi terlihat mengamankan lokasi kendaraan yang dibakar untuk menutup akses jalan, menyusul operasi yang menewaskan Oseguera.

Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyatakan bahwa pihak terkait di Amerika Serikat memberikan "informasi pelengkap" untuk mendukung operasi tersebut.

Seorang pejabat pertahanan AS juga mengonfirmasi bahwa gugus tugas antarlembaga AS memainkan peran dalam operasi itu.

Sejak dibentuk pada Januari, satuan tugas gabungan antarlembaga pemerintah AS diketahui rutin bekerja sama dengan militer Meksiko melalui Komando Utara AS dalam memerangi operasi kartel di sepanjang perbatasan kedua negara.

"Namun, saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi (militer Meksiko), jadi keberhasilannya adalah milik mereka," kata pejabat tersebut.

Selama penggerebekan, anggota CJNG terlibat baku tembak dengan pasukan pemerintah. Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan empat anggota geng tewas di lokasi kejadian.

Oseguera dan dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.

Tiga personel militer Meksiko juga terluka dalam operasi tersebut dan telah dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota untuk mendapatkan perawatan.

(rhr)