Pria Bawa Masuk Senjata ke Masjid Inggris, PM Keir Starmer Buka Suara
Polisi Manchester, Inggris, menangkap seorang pria yang diduga membawa senjata tajam ke masjid Manchester Central Mosque, Selasa (24/2).
Asistem kepala polisi Manchester John Webster mengatakan pria berusia 40-an tahun diduga membawa senjata ke dalam masjid saat orang-orang sedang beribadah.
"Kami segera merespons ke lokasi kejadian, menggeledah tersangka, menangkapnya, dan menyita senjata, termasuk kapak, pisau, dan narkoba kelas B," kata Webster, seperti dikutip AFP.
Polisi sebelumnya menerima laporan bahwa dua pria diduga memasuki masjid sambil membawa senjata. Pria kedua saat ini masih diidentifikasi pihak kepolisian.
Menurut aparat, tidak ada ancaman dan korban dalam peristiwa ini. Belum diketahui motif pria itu membawa senjata hingga narkoba ke masjid.
Saat ini, patroli di sekitar masjid telah ditingkatkan menyusul penangkapan.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL AS-Iran Diambang Perang sampai Putri Kim Jong Un Jadi Dirjen Rudal |
Dalam sebuah pernyataan, Manchester Central Mosque menyebut Muslim di Inggris selama bertahun-tahun menerima ancaman dan sikap permusuhan yang terus meningkat.
Pada Oktober tahun lalu, polisi menangkap orang yang diduga melakukan pembakaran terhadap sebuah masjid di kota pesisir Peacehaven.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah menyuarakan kekhawatiran atas insiden ini.
"Saya prihatin mendengar insiden di Manchester Central Mosque tadi malam," kata Starmer di media sosial.
Starmer mengatakan insiden ini mengkhawatirkan komunitas Muslim, terutama yang beribadah selama bulan suci Ramadan.
"Kita tidak akan dan tidak boleh menyerah dalam memerangi kebencian terhadap Muslim," ucapnya dalam kesempatan terpisah.
"Kami sedang membentuk dana baru guna memantau kebencian terhadap Muslim dan mendukung para korban ... Kami akan memerangi kebencian dan melindungi kebebasan beribadah di negara ini," kata Starmer kepada parlemen Inggris.
Kejahatan berbasis agama di Inggris dan Wales meningkat sebesar tiga persen dari tahun 2024-2025. Lebih dari 7.000 insiden tercatat di kepolisian hingga Maret 2025
(blq/rds)