Modi-Netanyahu Mesra Sampai Pelukan, Kenapa India Lengket ke Israel?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 12:45 WIB
Pertemuan PM India Narendra Modi dan PM Benjamin Netanyahu di Israel pada Kamis (26/2) menjadi sorotan lantaran keduanya terlihat sangat mesra.
Pertemuan PM India Narendra Modi dan PM Benjamin Netanyahu di Israel pada Kamis (26/2) menjadi sorotan lantaran keduanya terlihat sangat mesra. (Foto: Tangkapan layar X @narendramodi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dan PM Benjamin Netanyahu di Israel pada Rabu (25/2) menjadi sorotan lantaran keduanya terlihat sangat mesra.

Modi terlihat begitu antusias ketika turun dari pesawatnya di Bandara Tel Aviv, hingga langsung memeluk erat Netanyahu yang menyambutnya langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu memuji gestur Modi dengan menyebut hal itu simbol "persahabatan yang luar biasa, baik secara pribadi maupun antara kedua negara dan bangsa".

"Pelukan pribadi Perdana Menteri Modi adalah sesuatu yang istimewa, yang dikenal sebagai 'pelukan Modi'. Hal ini terkenal di seluruh dunia, dan ketika Anda memeluk seseorang dengan erat, sungguh, Anda tahu bahwa itu bukan akting. Itu hal yang nyata," kata Netanyahu, seperti dikutip NDTV.

Kunjungan Modi ke Israel ini adalah yang pertama sejak 2017 sekaligus yang pertama sejak Israel meluncurkan agresi ke Jalur Gaza, Palestina.

Meskipun India mengkritik perang brutal di Gaza serta ekspansi Israel di Tepi Barat, New Delhi juga tetap mempertahankan hubungannya dengan Israel bahkan semakin erat di era Modi. Kenapa?

Hubungan erat tersebut dibangun secara bertahap sejak normalisasi penuh pada 1992 dan semakin menguat dalam dua dekade terakhir.

Ada beberapa faktor utama yang memperkuat relasi India-Israel belakangan antara lain keamanan, pertahanan strategis, dan kedekatan personal Modi dengan Netanyahu, dan geopolitik.

Dalam bidang keamanan, India menghadapi ancaman terorisme lintas batas selama puluhan tahun, terutama terkait konflik di Kashmir dan serangan kelompok militan pro-Pakistan.

Serangan Hamas ke Israel dipandang New Delhi dalam kerangka yang sama: serangan teror oleh milisi oposisi.

Karena itu, India secara konsisten mengecam terorisme "dalam segala bentuk dan manifestasinya", termasuk dalam pernyataan resmi setelah serangan 7 Oktober 2023, yang menjadi pematik agresi Israel yang lebih brutal lagi ke Jalur Gaza Palestina.

Modi bahkan berulang kali menegaskan dukungan India ke Israel terutama dalam "melawan teroris".

Dikutip Indian Express, menurut Profesor Hubungan Internasional Institut Ilmu Politik Universitas Leiden Belanda, Nicolas Blarel, kunjungan Modi ke Israel dilakukan setelah India terlibat konfrontasi militer dengan Pakistan pada tahun lalu.

Situasi ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat pertahanan dan keamanan India, terutama setelah Pakistan berulang kali menyatakan bersedia perang nuklir jika bentrok lagi dengan India.

Pakistan sendiri belakangan ini sedang bertikai dengan Afghanistan. Modi tampaknya ingin buru-buru memperkuat pencegahan dan memodernisasi peralatan militernya.

Baca di halaman berikutnya >>>

Kepentingan Pragmatis India BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2