Modi-Netanyahu Mesra Sampai Pelukan, Kenapa India Lengket ke Israel?
Mitra Intelijen
Dikutip Al Jazeera, Israel juga menjadi mitra penting India dalam Intelijen dan keamanan siber. Secara praktis, Israel adalah salah satu pemasok utama persenjataan bagi India.
India juga merupakan salah satu pembeli terbesar sistem pertahanan Israel dalam 10 tahun terakhir. Sejak 1990-an, kerja sama militer kedua negara juga meningkat tajam.
Israel memasok sistem pertahanan udara (misalnya Barak), Radar dan drone, hingga modernisasi avionik dan sistem tempur
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan ini semakin dipublikasikan secara terbuka sejak era Perdana Menteri Narendra Modi, yang pada 2017 menjadi PM India pertama yang berkunjung ke Israel.
Ekonomi
Selain itu, kunjungan Modi ke Israel juga menggarisbawahi minat India pada proyek konektivitas dan integrasi ekonomi jangka panjang, terutama di Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa (IMEC).
IMEC, yang digadang-gadang jadi koridor perdagangan dan infrastruktur multimodal yang mengubungkan India ke Eropa lewat negara Teluk dan Israel, diumumkan dengan meriah saat KTT G20 di India. Namun, pelaksanaan kerja sama ini tak lama kemudian dibayangi perang.
Menurut Blarel, bagi New Delhi, menghidupkan kembali atau mempertahankan momentum di balik IMEC butuh keterlibatan dengan semua simpulnya, termasuk Israel dan beberapa mitra dekat Israel seperti Yunani dan Siprus.
India memandang IMEC sebagai mekanisme untuk menancapkan diri secara struktural dalam rantai pasok Timur Tengah dan Eropa, terutama setelah perjanjian perdagangan bebas (FTA) baru-baru ini diteken bersama Uni Emirat Arab dan Uni Eropa.
Dalam hal ini, kunjungan Modi ke Israel sama pentingnya dengan pen positioning ekonomi jangka panjang seperti halnya kesepakatan pertahanan.
Selain itu, Modi, menurut Blarel, juga kelihatan ingin menyeimbangkan hubungan India-Israel dengan India-BRICS. Anggota BRICS mayoritas sangat kritis terhadap perilaku Israel di Gaza.
Sebagai negara yang akan mengambil alih kepemimpinan BRICS dan berencana mengadakan KTT BRICS ke-18, Modi tampaknya ingin menjelaskan posisi strategis nasionalnya di forum tersebut.
Hubungan personal Modi
Di bawah Modi, hubungan India-Israel memang menjadi lebih terbuka dan simbolis.
Sejak Modi menorehkan sejarah sebagai PM India pertama yang berkunjung ke Israel pada 2017 lalu, ia dan Netanyahu terus menunjukkan kedekatan yang sangat kasat mata seperti penyambutan langsung di bandara, gestur pelukan (Modi hug), hingga interaksi publik kedua PM yang hangat dan informal
Dalam diplomasi, simbolisme seperti ini penting karena menandakan kepercayaan dan kenyamanan politik tingkat tinggi.
Ada faktor ideologis soal kedekatan Modi dan Netanyahu. Kedua PM dinilai memiliki sejumlah kesamaan yakni sama-sama pemimpin nasionalis dengan basis politik konservatif, retorika tegas soal keamanan dan terorisme, hingga penekanan kuat pada identitas nasional yakni Hindutva di India dan Zionisme di Israel.
Pemerintahan Modi (Partai BJP) juga memiliki pendekatan keamanan nasional yang tegas.
Sementara itu, India memandang Israel sebagai negara yang keras terhadap ancaman keamanan.
Retorika "melawan terorisme" menjadi titik temu politik kedua negara.
Secara historis, India mendukung perjuangan Palestina dan memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab.
Namun sejak 1990-an, India menerapkan kebijakan yang lebih pragmatis: menjalin hubungan kuat dengan Israel dengan tetap menjaga hubungan baik dengan Palestina dan negara Teluk Arab.
(blq/rds)[Gambas:Video CNN]

