Trump Jadi Kompor, Sebut Serangan AS Peluang Rakyat Iran Kudeta
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terang-terangan menjadi kompor supaya rakyat Iran untuk mengambil alih kendali pemerintahan segera setelah operasi militer Amerika Serikat berakhir.
Melalui sebuah pesan video, Trump menegaskan bahwa situasi saat ini merupakan kesempatan langka yang mungkin tidak akan terulang kembali dalam waktu lama.
"Ketika kami selesai, ambil alih pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian untuk diambil. Ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan kalian selama beberapa generasi," ujar Trump seperti diberitakan CNN, Sabtu (28/2).
Trump juga menyatakan langkah militer yang ia ambil saat ini merupakan tindakan berani yang belum pernah dilakukan oleh para pendahulu di kursi kepresidenan AS.
Ia mengklaim telah menaruh dirinya sebagai pemimpin yang akhirnya menjawab permintaan bantuan dari rakyat Iran.
"Selama bertahun-tahun, kalian telah meminta bantuan Amerika, tetapi kalian tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang saya bersedia lakukan malam ini," klaim Trump.
"Sekarang kalian memiliki presiden yang memberikan apa yang kalian inginkan, jadi mari kita lihat bagaimana kalian merespons," tuturnya.
Lebih lanjut, Trump meyakinkan bahwa AS memberikan dukungan penuh melalui kekuatan militer yang masif untuk membantu rakyat Iran menentukan masa depan mereka sendiri. Ia menutup pesannya dengan seruan untuk segera bertindak.
"Amerika mendukung kalian dengan kekuatan yang luar biasa dan kekuatan yang menghancurkan," kata Trump.
"Sekarang waktunya untuk merebut kendali atas takdir kalian dan melepaskan masa depan yang makmur dan gemilang yang berada dalam jangkauan kalian," lanjut Trump.
"Ini adalah saatnya untuk bertindak. Jangan biarkan itu berlalu."
Trump telah mengonfirmasi operasi militer AS terhadap Teheran, Iran, resmi dimulai.
Ia menjelaskan itu langkah defensif melindungi kepentingan nasional AS karena aktivitas Iran selama ini secara langsung membahayakan pasukan, pangkalan militer AS di luar negeri, serta para sekutu di seluruh dunia.
"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran, sekelompok orang yang kejam, sangat keras dan mengerikan," kata Trump dalam video yang dikutip dari CNN, Sabtu (28/2).
Lihat Juga : |
Trump juga menyoroti rekam jejak panjang rezim tersebut yang ia anggap terus menebar ancaman selama hampir lima dekade.
"Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan 'kematian bagi Amerika' dan melancarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal yang tiada henti, dengan menargetkan Amerika Serikat, pasukan kami, dan warga tak bersalah di banyak negara," tuturnya.
Selain AS, Israel juga meluncurkan serangkaian serangan rudal ke ibu kota Teheran. Laporan media lokal Iran menyebutkan beberapa rudal menghancurkan jalanan di kawasan Jomhouri.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah militer secara mandiri.
(chri)