Roket Iran Menembus Yerusalem, Enam Warga Israel Terluka

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 05:06 WIB
Serangkaian ledakan akibat roket Iran menghantam Yerusalem Barat, melukai enam orang. Militer Israel mengonfirmasi serangan balasan setelah serangan udara AS.
Ilustrasi. Serangkaian ledakan akibat roket Iran menghantam Yerusalem Barat, melukai enam orang (Istockphoto/ RamonCast)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangkaian ledakan diduga imbas roket Iran yang menembus wilayah Israel terjadi Minggu (1/3).

Sebelumnya sirine udara menggaung keras setelah militer Israel mendeteksi roket yang diluncurkan ke Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa dari roket itu berhasil melewati sistem pertahanan dan menghantam sejumlah wilayah di Yerusalem barat.

"Beberapa waktu yang lalu, [militer Israel] mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran. Sistem pertahanan telah dioperasikan untuk mengintersep ancaman," demikian pernyataan militer Israel (IDF) seperti dikutip dari AFP.

Salah seorang petugas ambulans di Yerusalem Barat mengaku setidaknya ada enam orang yang terluka imbas ledakan roket Iran.

"Di wilayah Yerusalem, petugas EMT dan paramedis MDA memberikan perawatan medis kepada seorang pria berusia sekitar 50 tahun dalam kondisi sedang, dan 5 orang dalam kondisi ringan," demikian pernyataan MDA.

Diketahui akhir pekan lalu, Sabtu (28/2), AS dan Israel melakukan serangan udara ke Teheran, ibu kota Iran. Dalam salah satu serangan roket itu disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.

Sementara itu dalam pernyataan yang dilansir AFP, Senin (2/3), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan mereka telah berhasil menghancurkan markas besar pasukan militer Negara Para Mullah alias Garda Revolusi Iran (IRGC).

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/3) waktu setempat.

"Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," demikian pernyataan CENTCOM.

(afp/kid)


[Gambas:Video CNN]