AS-Israel Masih Serang Iran, Pakar Sebut Trump Putus Asa

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 07:05 WIB
Pakar senut Presiden Donald Trump putus asa berbuntut serangan AS-Israel ke Iran. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar politik menilai pidato terbaru Presiden Donald Trump soal serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran justru menunjukkan keputusasaan dia.

Wakil presiden eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, Trita Parsi, mengatakan Trump terlihat mencari-cari dalih untuk meraih dukungan atas tindakan AS ke Iran.

"Sangat jelas bahwa Trump mengalami kesulitan besar dalam menemukan pembenaran untuk perang, pilihan yang telah ia mulai yang sebenarnya akan berhasil di mata basis pendukungnya," kata Parsi kepada Al Jazeera, Minggu (1/3).

Parsi lalu mewanti-wanti jika perang AS-Israel versus Iran berlanjut hingga beberapa pekan kemudian, maka akan ada bencana politik dan Trump harus bersiap.

"Jika ini berlanjut selama satu atau dua minggu lagi, ini akan menjadi bencana politik, jadi sekarang dia tiba-tiba, dengan putus asa, menggunakan segala macam pembenaran," imbuh dia.

Trump sebelumnya mengatakan kepada surat kabar Daily Mail konflik dengan Iran bisa berlangsung selama empat pekan.

Presiden AS itu, kata Parsi, ingin memberi pesan kepada Iran mereka tak punya pilihan.

Trump dilaporkan sudah menghubungi Iran dengan menawarkan gencatan senjata. Namun, negara Timur Tengah ini menolak.

"Saya pikir dia [Trump] sudah sampai pada kesimpulan bahwa keinginannya untuk mengakhiri perang ini dengan cepat telah menandakan kelemahan dan Iran akan mencoba memanfaatkan hal itu dan tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai mereka menimbulkan kerugian yang signifikan bagi Amerika Serikat," kata Parsi.

AS dan Israel meluncurkan serangan bersama ke Iran pada Sabtu. Mereka menggempur hampir semua wilayah di negara tersebut.

Imbas serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Anak perempuan, menantu, dan cucu Khamenei juga ikut jadi korban meninggal.

Tak cuma mereka, menteri pertahanan Iran hingga Komandan Korps Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan AS-Israel.

Di hari yang sama Iran, membalas serangan kedua negara itu. Keesokan harinya, pada Minggu, setelah ada pengumuman resmi Khamenei tewas, IRGC melanjutkan operasi menggempur aset AS dan Israel.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK