Trump Pamer Bisa Bunuh Khamenei Sebelum Iran Bunuh Dirinya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan keberhasilannya menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS dan Israel.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menuturkan ia berhasil membunuh Khamenei sebelum Iran berhasil menyingkirkan dirinya.
"Saya bisa mendapatkannya (terbunuh) sebelum dia mendapatkan (membunuh) saya. Mereka (Iran) sudah mencoba dua kali. Tapi saya lebih dulu," kata Trump, dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengatakan serangan pada Sabtu (27/2) juga berhasil menewaskan sejumlah kandidat yang diperkirakan bakal menggantikan posisi Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
"Serangan itu sangat berhasil hingga menyingkirkan sebagian besar kandidat. Pemimpinnya nanti bukan orang yang kami perkirakan karena mereka semua sudah tewas," ujar Trump kepada jurnalis ABC News, Jonathan Karl.
Trump sebelumnya mengisyaratkan telah mengantongi setidaknya tiga nama calon yang bakal dijadikan Iran sebagai pengganti Khamenei. Meski begitu, ia tidak membeberkan siapa saja tiga tokoh itu.
Pernyataan itu muncul di tengah pertanyaan mengenai bagaimana proses transisi kekuasaan di Iran akan berlangsung setelah kematian Khamenei.
Pemimpin yang berkuasa sejak 1989 itu tewas dalam serangan militer besar-besaran yang menargetkan pusat kepemimpinan Iran.
Sebelumnya, Kementerian Kehakiman AS pada 2004 mengumumkan dakwaan terkait rencana pembunuhan terhadap Trump yang berhasil digagalkan menjelang pemilihan presiden.
Berdasarkan dokumen pengadilan, pejabat Iran disebut meminta tersangka Farhad Shakeri untuk memantau dan merencanakan pembunuhan terhadap Trump.
(rnp/rds)[Gambas:Video CNN]

