Iran Tak Gentar, Bom Kompleks Pemerintahan sampai Pusat Militer Israel
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke kompleks pemerintah Israel di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta Yerusalem Timur pada Senin (1/3).
Aksi ini merupakan balasan terhadap serangan berskala besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antara target gelombang serangan kesepuluh ini adalah serangan terarah ke kompleks pemerintah rezim Zionis di Tel Aviv, serangan ke pusat militer dan keamanan di Haifa, serta serangan ke Yerusalem Timur," bunyi pernyataan Garda yang disiarkan televisi negara, dikutip AFP.
Yerusalem Timur merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk Arab yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa rudal balistik Kheibar digunakan dalam serangan ini.
Ketegangan meningkat setelah serangan udara Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (27/2) mengguncang dunia, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Media semi-pemerintah Iran, Fars, yang dikutip Al Jazeera, melaporkan pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung dan tujuh hari libur nasional.
Menurut Kedutaan Besar Iran di Jakarta, serangan itu juga menarget sekolah-sekolah, menewaskan ratusan orang, termasuk hampir 200 anak perempuan di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab.
Selain Khamenei, putrinya, menantu, dan cucunya juga menjadi korban. Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Mohammed Pakpour turut tewas.
Iran segera merespons serangan itu dengan menembakkan rudal balasan, menargetkan 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah serta aset pertahanan Israel.
(rnp/rds)[Gambas:Video CNN]


