Kenapa Pemimpin Tertinggi Iran Bergelar Ayatollah?
Sosok yang dibungkam salah satunya Khomeini. Padahal Khomeini hanya memprotes sekularisme yang dipromosikan sang raja.
Namun sikap keras Reza Pahlavi terhadap Khomeini ini justru menimbulkan simpati. Terlebih pada tahun 1962, Khomeini mulai memprotes niat Shah untuk melawan rancangan undang-undang yang secara efektif akan mengakhiri persyaratan bagi pejabat terpilih untuk disumpah dengan menggunakan Al-Quran.
Tindakan ini hanyalah permulaan dari serangkaian peristiwa panjang yang akan mengubah politik Iran selamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutp lama biography.com, Juni 1963, Khomeini menyampaikan pidato yang menyiratkan bahwa jika Shah tidak mengubah arah politik Iran, rakyat akan senang melihatnya meninggalkan negara itu.
Lihat Juga : |
Akibatnya, Khomeini ditangkap dan dipenjara. Selama masa penahanannya, orang-orang turun ke jalan meneriakkan tuntutan pembebasannya dan ditanggapi oleh pemerintah dengan kekuatan militer.
Namun Khomeini kemudian diasingkan hingga menetap di Perancis. Di pengasingan, sosoknya mulai dikenal bukan saja sebagai ulama, tapi juga tokoh penentang rezim Pahlavi hingga revolusi Islam Iran meletus.
Semenjak itu, konstitusi Iran menyatakan negeri ini di bawah pemimpim tertinggi seorang Ayatollah.
(imf/bac)