Kapal Perang Iran Kedua ke Sri Lanka Usai Serangan Kapal Selam AS
Kapal perang Iran kedua, IRIS Bushehr, masuk wilayah perairan Sri Lanka sehari setelah serangan kapal selam AS yang mematikan terhadap kapal Iran lain, IRIS Dena, pada Rabu (4/3).
Presiden Anura Kumara Dissanayake mengatakan angkatan laut negaranya telah menurunkan 208 pelaut dari IRIS Bushehr, yang telah meminta izin masuk pelabuhan karena masalah mesin, Kamis (5/3).
Bushehr, seperti kapal yang ditorpedo di lepas pantai selatan Sri Lanka pada Rabu, IRIS Dena, baru-baru ini berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di India timur, kata Dissanayake, dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dissanayake mengatakan negaranya "tidak memihak dalam konflik ini".
"Namun, sambil tetap menjaga netralitas, kami mengambil tindakan untuk menyelamatkan nyawa. Tidak seorang pun boleh mati dalam perang seperti ini. Setiap nyawa sama berharganya," ujarnya.
Kapal Bushehr berada dekat Kolombo, pelabuhan utama Sri Lanka, tetapi tidak akan berlabuh di sana karena risiko terhadap pelayaran niaga. Oleh karena itu, kapal tersebut akan dibawa ke pelabuhan Trincomalee yang lebih kecil di sisi timur laut pulau itu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di Sri Lanka. Menurutnya, serangan itu adalah serangan pertama oleh kapal selam Amerika sejak Perang Dunia II.
Sri Lanka mengatakan bahwa ada 180 orang di atas kapal tersebut ketika kapal itu dihantam torpedo kapal selam AS.
Setidaknya 84 pelaut tewas dalam serangan torpedo tersebut, yang merupakan serangan militer pertama di luar wilayah Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang ke Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam serangan kapal selam AS dan memperingatkan Washington bahwa mereka akan "sangat menyesal" telah menciptakan preseden seperti itu.
"Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesal atas preseden yang telah mereka tetapkan," kata Araghchi.
IRIS Dena, fregat yang diserang pada hari Rabu, tidak bersenjata saat kembali dari latihan angkatan laut di kota pelabuhan Visakhapatnam, India, kata duta besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, menurut kantor berita Press Trust of India.
(fra/afp/fra)[Gambas:Video CNN]
