Deret Negara Tolak Bantu Trump Serang Iran, Tapi Ujungnya Manut
Sejumlah negara Eropa menyedot perhatian karena menolak mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer mereka untuk menyerang Iran.
Negara-negara tersebut, yakni Inggris dan Prancis.
Dilansir dari The Guardian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Minggu (1/3) mengatakan di parlemen bahwa tindakan AS di Iran ilegal.
Ia terang-terangan mengkritik Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan "perubahan rezim" tidak bisa dilakukan "dari langit". Meski telah lantang bicara demikian, Starmer tak lama kemudian malah melunak.
Dalam pernyataan bersama dengan Prancis dan Jerman di hari yang sama, Starmer mengatakan ia siap mengambil "tindakan defensif yang proporsional" untuk menghancurkan ancaman "dari sumbernya".
Setelah itu, saat pidato di televisi, Starmer mendeklarasikan bahwa ia mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris dipakai AS untuk "tujuan defensif". Media Inggris mengindikasikan perubahan sikap Starmer ini tampaknya karena ia mendapat tekanan dari pihak konservatif.
Selain Inggris, Spanyol juga merupakan negara yang sempat menolak kemauan Trump tapi akhirnya manut juga. Pemerintah Spanyol pada Minggu (1/3) tak membolehkan pangkalan militernya dipakai untuk terlibat perang dengan Iran.
"Pangkalan militer Spanyol tidak akan dipakai untuk kegiatan apa pun di luar perjanjian dengan Amerika Serikat dan Piagam PBB," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.
Lihat Juga : |
Albares pada kesempatan itu bahkan menyebut serangan AS-Israel ke Iran "sepihak".
Kendati telah berkata begitu, pada Kamis (5/3), Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan akan mengirim kapal fregat Christopher Columbus ke Siprus untuk bergabung dengan kapal induk Prancis dan kapal-kapal Yunani.
Prancis dan Yunani mengirim kapal ke sana setelah pangkalan Inggris di Siprus diserang drone pada Minggu (1/3). Drone itu awalnya disebut milik Iran, tapi belakangan Inggris menyebut drone yang mirip Shahed itu bukan berasal dari Teheran.
"[Kapal fregat ini] akan memberikan perlindungan dan pertahanan udara ... (dan) mendukung evakuasi warga sipil," demikian pernyataan Kemhan Spanyol, seperti dikutip The Straits Times.
Keputusan Spanyol mengirim fregat disampaikan setelah Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Spanyol jika menolak pangkalan militernya dipakai menyerang Iran.
Trump sebelumnya meminta agar negara-negara Eropa mengizinkan pangkalan mereka dipakai melawan serangan udara Iran.
"Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," kata Trump.
Penolakan Spanyol sendiri dilakukan karena Madrid ingin pangkalan militer mereka dipakai hanya "dalam kerangka hukum internasional" dan demi "kemanusiaan".
(blq/dna)