ANALISIS

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran, Pertanda Operasi AS-Israel Gagal?

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 06:59 WIB
Tujuan AS-Israel luncurkan serangan ke Iran untuk tumbangkan rezim dinilai gagal usai Mojtaba Khamenei terpilih pimpin Iran.
Mojtaba Khamenei dipilih jadi pemimpin tertinggi baru Iran. Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour

Yon dan Sya'roni sama-sama meyakini perlawanan Iran terhadap AS dan Israel akan semakin menguat di bawah pimpinan Mojtaba. Sya'roni memandang Mojtaba merupakan lingkaran inti yang tahu cara kerja Khamenei.

"Pengalaman ini bisa membantu kerja Mojtaba ke depan. Kelihatannya pendekatan Iran pada era Mojtaba mirip dengan ayahnya," kata Sya'roni.

Selain itu, Mojtaba punya latar belakang di medan perang dan memiliki koneksi dengan Pasukan Korps Garda Revolusi (IRGC). Faktor itu, lanjut Sya'roni, akan mewarnai kebijakan Iran di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Militer dan diplomasi akan berjalan bersamaan," ungkap dia.

Mojtaba punya cukup pengalaman dalam bidang militer. Sejumlah media melaporkan selama perang Iran-Irak (1980-1998) dia ikut maju ke medang perang.

Dalam perang dua negara tetangga itu, Mojtaba dikabarkan sempat terluka.

Di usia remaja, Mojtaba tergabung dalam Habib ibn Mazaher Batalion, salah satu unit di bawah IRGC yang berisi anak muda militan dan punya ideologi keras.

Para "alumni" batalion ini kemudian dikenal memiliki kekuatan di pemerintahan seperti Qasem Soleimani, Hossein Hamedani, dan Ahmad Kazemi, yang dikenal figur penting dalam militer Iran.

Meski Mojtaba tidak lama bergabung ke divisi itu, tetapi dia punya hubungan yang erat dengan pasukan elite. Kondisi ini juga membuat dia dipercaya dan punya koneksi dengan sejumlah petinggi militer.

Yon sementara itu, memandang terpilihnya Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi akan membuat Iran semakin intensif melakukan perlawanan terhadap musuh-musuhnya terutama Amerika Serikat dan Israel.

Faktor personal dan emosional bakal sangat mempengaruhi perlawanan Iran ke AS-Israel.

"Karena biar bagaimanapun, Mojtaba ini adalah anak kandung yang menyaksikan sendiri bagaimana orang tuanya, saudara dan juga keluarganya dibunuh [dalam serangan AS-Israel]," kata Yon.

Dia lalu berujar, "Maka secara emosional akan lebih tegas, akan lebih kuat untuk melanjutkan perlawanan, bukan mengikuti keinginan Amerika dan Israel untuk menyerah."

(isa/dna)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2