Irak Tutup Pelabuhan Minyak usai Kapal Tanker Asing Diserang

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 16:35 WIB
Irak menutup operasi pelabuhan minyak usai dua kapal tanker asing terkena serangan mematikan di perairan Irak.
Kapal tangker SKYLIGHT diserang di Selat Hormuz. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Irak menutup operasi pelabuhan minyak usai dua kapal tanker asing terkena serangan mematikan di perairan Irak.

Direktur Jenderal Perusahaan Umum Pelabuhan Irak (GCPI) Farhan Al Fartousi pada Rabu (12/3) mengatakan Irak sudah sepenuhnya menghentikan operasi di pelabuhan minyak usai serangan tersebut, demikian dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata dia, pelabuhan komersial terus berfungsi.

Kementerian Perminyakan Irak juga sudah menyampaikan kekhawatiran mereka terkait serangan terhadap kapal tanker itu.

"Keamanan dan keselamatan navigasi di jalur maritim internasional dan jalur pasokan energi harus tetap terpisah dari konflik dan persaingan regional," demikian rilis Kementerian Perminyakan Irak, dikutip Al Jazeera.

Langkah ini, muncul usai dua kapal tanker asing terbakar di perairan Irak usai dihantam proyektil.

Kapal tersebut berbendera Kepulauan Marshall dan Zefroys yang berbendera Malta.

Imbas kejadian tersebut satu kru kapal tewas. Saat ini, tim penyelamat Irak terus mencari awak yang terdampak.

"Sebuah kapal milik Perusahaan Pelabuhan Irak menyelamatkan 25 awak kapal dari kedua kapal tersebut, dan api masih berkobar di kedua kapal," kata Al Fartousi.

Para pejabat Irak mengatakan serangan ke dua kapal tanker itu digambarkan sebagai sabotase para pejabat.

Selat Hormuz menjadi titik panas setelah Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari.

Iran lalu meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset militer AS di Timur Tengah. Mereka juga menutup Selat Hormuz.

Sementara itu, Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) lalu memperingatkan setiap kapal yang lewat Selat Hormuz akan jadi sasaran.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]