Dibantu Putin, Mojtaba Khamenei Sukses Jalani Operasi di Rusia

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 20:00 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan berhasil menjalani operasi di Rusia setelah mengalami luka serius saat perang Iran melawan AS dan Israel.
Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan sukses menjalani operasi di Moskow, Rusia. (via REUTERS/Hamed Jafarnejad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan berhasil menjalani operasi di Rusia setelah mengalami luka serius di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Presiden Rusia Vladimir Putin disebut membantu evakuasi Mojtaba Khamenei dari Iran ke Rusia menggunakan pesawat militer untuk menjalani operasi di Moskow.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Kuwait Al-Jarida, mengutip sumber pejabat tinggi Iran pada Minggu (15/3), melaporkan Mojtaba diam-diam dibawa ke Moskow dan sukses menjalani operasi.

"Mojtaba diam-diam dipindahkan ke Moskow untuk menjalani operasi karena alasan kesehatan dan keselamatan," demikian pernyataan itu, dikutip dari The Chosun.

"Ia telah berhasil menyelesaikan operasi dan saat ini ia menjalani pemulihan di rumah sakit yang berada di kompleks kepresidenan Rusia," lanjut pernyataan itu.

Laporan itu menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (12/3) untuk menawarkan perawatan secara langsung.

Pada malam harinya, Mojtaba diterbangkan menggunakan pesawat militer Rusia dengan pendampingan tim medis.

Otoritas intelijen Iran disebut memilih Rusia karena khawatir fasilitas medis dalam negeri menjadi target serangan udara Israel yang menyasar pemimpin tertinggi Iran.

Namun, pemerintah Iran menegaskan tidak ada masalah serius terkait keselamatan Mojtaba.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim cedera itu dalam sebuah wawancara media sehari sebelumnya.

"Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengeluarkan pernyataan kemarin dan menjalankan tugasnya sesuai dengan konstitusi," ujar Araghchi.

Sementera itu, militer Israel menilai Mojtaba mengalami cedera pada bagian kaki sejak hari pertama perang, dan pejabat AS juga menyebut kemungkinan ia terluka.

"Ada kemungkinan yang disebut pemimpin tertinggi baru itu telah terluka," ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dalam dalam konferensi pers baru-baru ini.

The Guardian, media Inggris melaporkan bahwa Mojtaba dalam keadaan koma dan dirawat secara diam-diam di rumah sakit.

Mojtaba diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu (8/3) menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Namun, karena belum pernah tampil di publik, spekulasi mengenai kondisi kesehatannya terus bermunculan.

Pada Kamis (12/3), Mojtaba menyampaikan pernyataan pertamanya melalui televisi pemerintah, tetapi dibacakan oleh seorang pembawa acara.

(rnp/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]