Ini Rudal Ganas Iran Terjang Arad-Dimona hingga Israel Minta Tolong

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 05:00 WIB
Rudal-rudal Iran telah menghantam kota Arad dan Dimona di dekat pusat penelitian nuklir Israel.
Kota Dimona Israel porak-poranda diterjang rudal-rudal Iran. (REUTERS/Roei Kastro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rudal-rudal Iran telah menghantam kota Arad dan Dimona di dekat pusat penelitian nuklir Israel.

Iran memberi balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Natanz di provinsi Isfahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedikitnya 180 orang terluka dalam serangan hari Sabtu, dan ratusan orang telah dievakuasi dari kota-kota strategis karena perang Israel-Amerika Serikat di Iran tampaknya memasuki fase pertempuran baru yang lebih mematikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya mengalami "malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan kita". Dia juga minta bantuan internasional untuk melawan Iran.

Melansir Al-Jazeera, mengutip para analis pertahanan menggambarkan program rudal Iran sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah.

Dikembangkan selama beberapa dekade, program ini mencakup rudal balistik dan rudal jelajah, dan dirancang untuk memberi Teheran jangkauan meskipun tidak memiliki angkatan udara modern.

Iran memiliki sistem rudal jarak pendek dan menengah serta rudal jelajah jarak jauh untuk serangan darat dan anti-kapal.

Rudal balistik jarak pendek Iran memiliki jangkauan sekitar 150 kilometer hingga 800 kilometer (93 hingga 500 mil) dan dirancang untuk target militer terdekat dan serangan regional yang cepat.

Sistem inti mereka mencakup varian Fateh: Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal Shahab-1/2 yang lebih tua. Jangkauan yang lebih pendek dapat menjadi keuntungan dalam situasi krisis. Rudal-rudal ini dapat diluncurkan secara beruntun, memperpendek waktu peringatan dan mempersulit serangan pendahuluan.

Sistem jarak menengah tersebut meliputi Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, dan Sejjil. Mereka juga memiliki desain yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem.

Rudal jelajah Iran untuk serangan darat dan anti-kapal meliputi varian Soumar, Ya-Ali dan Quds, yaitu Hoveyzeh, Paveh dan Ra'ad.

Rudal balistik dengan jangkauan terjauh, Soumar, memiliki jangkauan 2.000 km hingga 2.500 km (1.243 hingga 1.553 mil). Namun, dilaporkan bahwa dua rudal Iran ditembakkan pada Kamis malam atau Jumat pagi ke Diego Garcia, lokasi pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia yang berjarak 4.000 km (2.485 mil) dari Iran.

Inggris mengatakan serangan itu gagal, dan seorang pejabat Iran membantah menembakkan rudal tersebut.

"Iran juga menggunakan amunisi tandan dalam serangannya terhadap Israel. Setiap jenis hulu ledak yang dimiliki Iran juga menggunakan hulu ledak tandan," kata Uzi Rubin, direktur pendiri program pertahanan rudal Israel dan peneliti senior di Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem, kepada kantor berita AS, Media Line.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]