Siapa Alireza Tangsiri, Komandan AL Iran yang Diklaim Dibunuh Israel?

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 10:50 WIB
Israel mengeklaim berhasil membunuh Komandan Angkatan Laut IRGC Iran, Alireza Tangsiri, dalam serangan udara terbarunya pada Kamis (26/3). (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel mengeklaim berhasil membunuh Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) IranAlireza Tangsiri, dalam serangan udara terbarunya pada Kamis (26/3).

Tangsiri merupakan komandan yang memiliki wewenang soal keamanan perairan Iran, termasuk soal kendali akses Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik panas perang Amerika Serikat-Israel vs Teheran selama hampir sebulan terakhir.

Tangsiri dikenal sebagai tokoh garis keras militer Iran yang berpengalaman dengan retorika tajam. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang strategis Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Dalam latihan angkatan laut di Teluk Arab pada Januari lalu, Tangsiri menyatakan Revolusi Islam Iran 1979 merupakan "titik balik dalam sejarah bangsa Iran dan fajar baru bagi kebangkitan bangsa-bangsa tertindas di dunia".

Dilansir The Guardian, seperti banyak pejabat senior IRGC lainnya, Tangsiri membangun kredibilitasnya sejak muda saat terlibat dalam perang berdarah Iran-Irak pada 1980-1988.

Imbas kinerjanya yang baik, Tangisiri kemudian menerima serangkaian promosi jabatan hingga akhirnya menjadi komandan pasukan maritim IRGC pada 2018.

Selama menjadi komandan maritim IRGC, ia mengembangkan berbagai senjata non-konvensional yang memungkinkan Iran memproyeksikan kekuatan serta pengaruh di Teluk Persia dan sekitarnya.

[Gambas:Video CNN]

Kementerian Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Tangsiri pada 2019 dan 2023. Menurut AS, Tangsiri mengawasi uji coba rudal jelajah oleh Angkatan Laut IRGC serta menjadi anggota dewan sebuah perusahaan yang mengembangkan drone bersenjata.

Kedua jenis senjata ini kini berpotensi digunakan untuk mempertahankan blokade di Selat Hormuz.

Senjata lain yang sangat didukung Tangsiri adalah kapal cepat ringan dan lincah yang mampu mengancam pelayaran sipil, sekaligus, menurutnya, dapat menghindari sistem pertahanan kapal perang modern.

Pekan lalu, Tangsiri menantang Amerika Serikat untuk melancarkan serangan darat ke Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran, sembari menyoroti dampak langkah tersebut terhadap harga minyak global.

Pada Senin pekan ini, Tangsiri juga menggaungkan ultimatum ke AS dan Israel bahwa Iran telah "menyiapkan kuburan bagi para agresor pembunuh anak-anak".

Jika terkonfirmasi, Tangsiri merupakan petinggi Iran dan militer negara itu yang tewas ditangan Israel dan AS.

Kepala direktorat intelijen Angkatan Laut IRGC, Behnam Rezaei, dilaporkan ikut tewas dalam serangan yang sama di kota pelabuhan Bandar Abbas.

Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, mengatakan kematian Tangsiri oleh Israel "membuat kawasan menjadi lebih aman".

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Tangsiri bertanggung jawab atas serangan yang menghambat pelayaran di Selat Hormuz.

Katz menyebut serangan yang menewaskan Tangsiri ini merupakan "pesan" kepada IRGC: "[Israel] akan memburu kalian dan melenyapkan kalian satu per satu."

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK