Ini 2 Pejabat Iran yang Tak Jadi Dibunuh Israel atas Desakan Pakistan
Israel menghapus dua nama pejabat Iran dari target pembunuhan atas desakan Pakistan.
Daftar dua pejabat Iran tersebut adalah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalebaf.
Pakistan sebelumnya mendesak Amerika Serikat untuk menekan Tel Aviv menghapus dua nama itu dari daftar target pembunuhan.
"Israel sudah memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka. Kami memberitahu AS bahwa jika mereka dieliminasi, tidak ada lagi yang bisa diajak bicara. Oleh karena itu, AS meminta Israel untuk mundur," kata salah satu sumber yang memilih identitas anonim, seperti dikutip dari Reuters.
Militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan belum merespons permintaan konfirmasi dari Reuters. Sementara pihak Israel menolak berkomentar kepada Reuters terkait kabar tersebut.
The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa dua pejabat Iran telah dihapus sementara dari target pembunuhan setelah AS setuju rencana negosiasi dengan Iran.
Sebanyak dua pejabat itu dihapus dari daftar incaran Israel untuk waktu empat atau lima hari ke depan atas permintaan AS, namun tidak menyebut Pakistan dalam peran tersebut.
Pakistan kemungkinan besar akan menjadi tuan rumah negosiasi penghentian perang antara AS dan Iran. Kabar itu juga disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
"Berdasarkan informasi yang saya terima, sudah ada kontak tidak langsung dan persiapan sudah dilakukan untuk bertemu secara langsung. Pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat di Pakistan," ujar Wadephul seperti dikutip dari Reuters.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim bahwa telah berlangsung pembicaraan antara Washington dan Teheran, namun klaim tersebut dibantah Iran.
Meski demikian, Iran sempat memberi sinyal membuka kemungkinan menerima Pakistan dan Turki menjadi mediator negosiasi damai.
(bac)