Iran Kerahkan 1 Juta Kombatan Perang Melawan Invasi Pasukan AS
Iran mengumumkan telah memobilisasi lebih dari satu juta kombatan (pejuang) untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat di Pulau Kharg.
Sumber militer yang mengetahui informasi ini mengatakan Iran akan mengorganisir satu juta orang untuk melawan pertempuran darat AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri, itu tak jadi soal," ujar pejabat militer itu pada Kamis (26/3), dikutip media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency.
Dia lalu berkata, "Kami siap menghadapi strategi bunuh diri mereka dan memastikan selat tetap tertutup."
Lebih lanjut, dia mengatakan gelombang antusiasme muncul di kalangan pendaftar untuk menciptakan "neraka bersejarah" bagi pasukan Negeri Paman Sam di Iran.
Pejabat itu juga menjelaskan dalam beberapa hari terakhir Iran mengalami lonjakan pendaftaran untuk sukarelawan.
Menurut laporan media itu para pemuda membanjiri pusat-pusat perekrutan untuk pasukan paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan tentara reguler, yang ingin berpartisipasi dalam konflik yang diperkirakan akan terjadi.
Sumber tersebut juga menjelaskan Iran sepenuhnya siap menghadapi eskalasi dan berkomitmen menjaga rute Selat Hormuz tetap tertutup.
Sebelumnya, Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan aset vital Iran, jika Teheran enggan membuka Selat Hormuz.
Pulau Kharg merupakan tulang punggung perekonomian Iran dan memproses 90 persen dari total ekspor minyak negara tersebut.
Pulau ini terletak di 55 km barat laut Pelabuhan Busheher dan sekitar 28 km dari dataran utama Iran.
Kembali lagi soal AS, muncul laporan bahwa Washington siap mengerahkan pasukan tambahan hingga 10.000 personel. Pengerahan ini meningkatkan kemungkinan invasi mereka ke Iran.
Pejabat Kementerian Pertahanan AS melaporkan pengerahan ini mencakup 5.000 marinir dan sekitar 2.000 pasukan terjun payung dari Divisi Airborne ke-82.
Selain itu, pemerintahan Trump juga bakal mengirimkan kendaraan lapis baja dan infanteri. Beberapa skuadron jet tempur dan ribuan pasukan, diperkirakan akan tiba di kawasan Teluk dalam beberapa hari atau pekan mendatang.
(isa/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


