Presiden Iran Mendadak Kirim Pesan Panjang untuk Warga AS, Apa Isinya?

CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 13:15 WIB
Presiden Iran Pezeshkian tegaskan negaranya sebagai peradaban tertua tak pernah sekalipun memulai perang dengan pihak mana pun.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: REUTERS/Evgenia Novozhenina
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis pesan panjang untuk warga Amerika Serikat (AS) dan seluruh dunia di tengah perangnya melawan AS-Israel.

Dalam unggahan di media sosial X, Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran, selaku salah satu peradaban tertua dalam sejarah manusia, tidak pernah sekali pun memulai perang di era modern ini.

Iran tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi meskipun mengalami pendudukan, invasi, dan tekanan berkelanjutan dari kekuatan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan meskipun memiliki keunggulan militer atas banyak negara tetangganya, Iran tidak pernah memulai perang. Namun, Iran dengan tegas dan berani telah menolak mereka yang menyerangnya," tulis Pezeshkian dalam unggahan di X pada Rabu (1/4).

Pezeshkian menuturkan bangsa Iran tidak memusuhi bangsa lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara Arab. Iran secara konsisten membedakan dengan jelas antara pemerintah dan rakyat, bahkan saat di tengah intervensi dan tekanan berulang sekali pun.

"Ini adalah prinsip yang mengakar kuat dalam budaya dan kesadaran kolektif Iran, bukan sikap politik sementara. Oleh karena itu, menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak sesuai dengan realitas sejarah maupun fakta yang dapat diamati saat ini," tulis Pezeshkian.

Pezeshkian melanjutkan persepsi bahwa Iran merupakan ancaman adalah produk dari keinginan politik dan ekonomi pihak berkuasa, yang ditujukan menciptakan musuh guna membenarkan tekanan, mempertahankan dominasi militer, serta mengendalikan pasar strategis.

"Dalam lingkungan seperti itu, jika ancaman tidak ada, maka ancaman itu diciptakan. Dalam kerangka kerja yang sama, Amerika Serikat telah memusatkan sebagian besar pasukan, pangkalan, dan kemampuan militernya di sekitar Iran, sebuah negara yang, setidaknya sejak berdirinya Amerika Serikat, belum pernah memulai perang," tulis sang Presiden.

Menurut Pezeshkian, agresi militer AS baru-baru ini, yang diluncurkan dari berbagai pangkalan AS, menunjukkan betapa mengancamnya kehadiran militer AS itu sendiri.

Ia meyakini tidak ada satu pun negara yang akan mengabaikan hal tersebut jika menghadapi kondisi demikian.

"Apa yang telah dilakukan Iran, dan terus dilakukan, adalah respons terukur yang didasarkan pada pembelaan diri yang sah, dan sama sekali bukan inisiasi perang atau agresi," tulisnya.

"Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat pada awalnya tidak bermusuhan, dan interaksi awal antara rakyat Iran dan Amerika tidak diwarnai dengan permusuhan atau ketegangan," imbuhnya.

Titik balik hubungan AS-Israel adalah ketika kudeta 1953, yaitu saat AS secara ilegal mengintervensi dengan tujuan mencegah nasionalisasi sumber daya Iran.

Kudeta itu, kata Pezeshkian, mengganggu proses demokrasi Iran, mengembalikan kediktatoran, dan menabur ketidakpercayaan mendalam di kalangan warga Iran terhadap kebijakan AS.

"Ketidakpercayaan ini semakin dalam dengan dukungan Amerika terhadap rezim Shah, dukungannya terhadap Saddam Hussein selama perang yang dipaksakan pada tahun 1980-an, pemberlakuan sanksi terpanjang dan terlengkap dalam sejarah modern, dan akhirnya, agresi militer tanpa provokasi, yang diluncurkan dua kali di tengah negosiasi terhadap Iran," tulis Pezeshkian.

Lanjut ke sebelah...

Add as a preferred
source on Google
Pezeshkian Tegaskan Tekanan Eksternal Tak Lemahkan Iran BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2