Presiden Iran Mendadak Kirim Pesan Panjang untuk Warga AS, Apa Isinya?
Pezeshkian menegaskan semua tekanan ini pada dasarnya telah gagal melemahkan Iran. Sebaliknya, Iran justru tumbuh lebih kuat di banyak bidang, terutama pendidikan, teknologi, kesehatan, dan infrastruktur.
"Ini adalah realitas yang terukur dan dapat diamati, yang berdiri sendiri terlepas dari narasi yang dibuat-buat," ucapnya.
Pezeshkian mengatakan dampak destruktif dan tidak manusiawi dari sanksi, perang, dan agresi terhadap kehidupan rakyat Iran tentu saja tidak boleh diremehkan. Baginya, kelanjutan agresi militer dan pengeboman belakangan ini sangat memengaruhi kehidupan, sikap, dan perspektif masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini mencerminkan kebenaran mendasar manusia: ketika perang menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada kehidupan, rumah, kota, dan masa depan, orang-orang tidak akan tetap acuh tak acuh terhadap mereka yang bertanggung jawab," ujarnya.
"Ini menimbulkan pertanyaan mendasar: Kepentingan rakyat Amerika mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini? Apakah ada ancaman objektif dari Iran untuk membenarkan perilaku tersebut? Apakah pembantaian anak-anak yang tidak bersalah, penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker, atau membual tentang membom sebuah negara agar 'kembali ke zaman batu' memiliki tujuan lain selain semakin merusak kedudukan global Amerika Serikat?" lanjut Pezeshkian.
Pezeshkian menggarisbawahi bahwa Iran selama ini melakukan negosiasi, mencapai kesepakatan, dan memenuhi semua komitmennya. Sementara keputusan untuk menarik diri dari perjanjian, meningkatkan ketegangan menuju konfrontasi, dan melancarkan dua agresi di tengah negosiasi adalah pilihan destruktif yang diambil pemerintah AS.
Ia menegaskan serangan terhadap infrastruktur vital, termasuk fasilitas energi dan industri, sama dengan menargetkan rakyat Iran. Selain merupakan kejahatan perang, tindakan itu membawa konsekuensi yang meluas, jauh melampaui perbatasan Iran.
"Mereka menciptakan ketidakstabilan, meningkatkan biaya manusia dan ekonomi, dan melanggengkan siklus ketegangan, yang menanam benih kebencian yang akan bertahan selama bertahun-tahun. Ini bukanlah demonstrasi kekuatan; ini adalah tanda kebingungan strategis dan ketidakmampuan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan," tukasnya.
Pezeshkian kembali menyinggung soal Israel yang memengaruhi AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Ia menyatakan AS telah dikelabui oleh rezim tersebut dan bahwa masyarakat dunia sedang dialihkan fokusnya dari kejahatan mereka terhadap Palestina.
"Apakah 'America First' benar-benar termasuk dalam prioritas pemerintah AS saat ini?" tanyanya.
Pezeshkian lantas mengajak warga AS dan dunia melihat dengan jelas segala fakta dalam konflik saat ini. Bangsa Iran tak pernah menjadi ancaman, karena sebaliknya justru berkontribusi positif pada negara-negara asing.
"Saat ini, dunia berada di persimpangan jalan. Melanjutkan jalan konfrontasi lebih mahal dan sia-sia daripada sebelumnya. Pilihan antara konfrontasi dan keterlibatan adalah nyata dan penting; hasilnya akan membentuk masa depan bagi generasi mendatang," ucapnya.
"Sepanjang ribuan tahun sejarahnya yang membanggakan, Iran telah bertahan lebih lama daripada banyak agresor. Yang tersisa dari mereka hanyalah nama-nama yang ternoda dalam sejarah, sementara Iran tetap bertahan, tangguh, bermartabat, dan berbangga," tutupnya.
(blq/dna) Add
as a preferred source on Google