Macron Minta Negara-negara di Dunia agar Tak Tunduk pada AS

CNN Indonesia
Minggu, 05 Apr 2026 01:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak menjadi 'bawahan' Amerika Serikat (AS) dan China.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak menjadi 'bawahan' Amerika Serikat (AS) dan China. (AFP/TOM NICHOLSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak menjadi 'bawahan' Amerika Serikat (AS) dan China.

Desakan tersebut disampaikan Macron selama kunjungannya ke Korea Selatan pada Jumat (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir tujuan kita bukanlah menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik [AS dan China]. Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, juga tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS," ujar Macron saat bertemu dengan mahasiswa di Yonsei University, Seoul, melansir TASS.

Macron pun mengajak negara-negara lain untuk bersatu dan membangun koalisi yang tidak melulu tunduk atau bergantung pada AS dan China.

"Dengan kesamaan agenda yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, juga dengan melibatkan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita bisa memiliki semacam 'jalan ketiga'," tambah dia.

Macron juga menekankan bahwa negara-negara yang memikul tanggung jawab besar, seperti AS, telah mulai mengancam tatanan internasional.

Desakan ini muncul menyusul perselisihan antara dirinya dan Presiden AS Donald Trump soal perang AS-Israel dan Iran, juga soal NATO.

Perseteruan di antara keduanya terjadi usai Prancis menolak memberikan dukungan untuk AS dan Israel dalam perang melawan Iran. Prancis melarang militer AS untuk menggunakan pangkalan udaranya di kawasan.

"Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer," ujar Macron kala itu.

Prancis juga kini dilaporkan bergabung dengan Rusia dan China dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengizinkan operasi militer untuk membuka Selat Hormuz.

(asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]