Trump Kembali Lontarkan Ancaman: Peradaban di Iran Punah Malam Ini!

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 21:03 WIB
Presiden AS Trump kembali lontarkan ancaman, sebut peradaban Iran akan punah malam ini jika Selat Hormuz tak dibuka.
Trump kembali lontarkan ancaman, bakal musnahkan Iran jika tak buka Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam seluruh peradaban Iran akan mati malam ini (7/4), jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS soal Selat Hormuz. 

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di media sosial miliknya, Truth Social.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi mungkin akan terjadi," ujar Trump, dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti malam kita akan mengetahuinya, salah satu momen penting dalam sejarah yang panjang dan kompleks di dunia," tambah dia.

Pernyataan ini dikeluarkan menjelang batas waktu ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Iran membuka Selat Hormuz. Trump mengancam akan "meratakan" Iran dan membuat negara tersebut "bak neraka". 

Ultimatum Trump itu akan berakhir pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu AS, atau sekitar pukul 4.30 pagi pada Rabu (8/4) waktu Iran.

Ancaman ini juga bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. Awal pekan ini Trump menyatakan bakal menghancurkan situs energi dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam. 

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan lebih dari 14 juta warganya telah rela mendaftarkan dirinya untuk membela Iran.

"Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran," tulis Pezeshkian di X.

"Saya pun telah, sedang, dan akan tetap setia memberikan hidup saya untuk Iran," tambah dia.

Namun, Pezeshkian tidak merincik lebih lanjut terkait pendaftaran tersebut. Iran sendiri memiliki sekitar 90 juta warga.

Pernyataan presiden Iran itu dikeluarkan dalam batas waktu ultimatum Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

Iran sendiri tak menunjukkan tanda-tanda menyetujui ultimatum Trump untuk membuka Selat Hormuz paling lambat pada Selasa (7/4) malam.

Jelang tenggat waktu itu, serangan terhadap Iran juga meningkat sepanjang hari, menghantam jembatan kereta api, jalan raya, bandara, dan pabrik petrokimia, serta merusak saluran listrik. 

(dna) Add as a preferred
source on Google