Warga Palestina di Gaza Terancam Kena Penyakit Kulit saat Musim Panas

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 19:55 WIB
Ilustrasi. Warga Palestina di Jalur Gaza terancam kena penyakit kulit saat musim panas. Foto: AFP/EYAD BABA
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Palestina di Jalur Gaza kini "dihantui" penyakit kulit yang menyebar di kamp-kamp pengungsi selama musim panas.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan krisis kesehatan baru muncul di Gaza, bahkan ada kekhawatiran situasi tersebut dapat segera memburuk.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan jumlah pengungsi yang kena infeksi kulit meningkat hingga tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu peningkatan suhu, kepadatan penduduk, dan sanitasi yang buruk.

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai penyakit seperti kudis, cacar air, dan penyakit lainnya, terutama di kalangan anak-anak.

Dilansir Al Jazeera, menjelang musim panas warga dan petugas kesehatan di Gaza terus berupaya menghindari terulangnya insiden tahun 2024 lalu, saat 150 ribu orang di Gaza menderita penyakit kulit.

Pada tahun tersebut penyakit kulit menyebar secara masif imbas kekurangan peralatan medis yang disebabkan oleh perang dan genosida Israel.

"Kami telah menjelajahi seluruh wilayah Jalur Gaza, wilayah itu penuh dengan pengungsi," kata seorang pengungsi Palestina, Fawzi al-Najjar.

"Ada satu juta orang yang berdesakan, dan kami datang ke sini untuk tinggal di atas tumpukan sampah. Ini masalah besar. Apa yang harus kami lakukan?" imbuhnya.

Dengan minimnya persediaan medis, warga Palestina pun terpaksa menggunakan pengobatan rumahan untuk merawat keluarga mereka.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan situasi di lokasi pengungsian terus memburuk.

"Tim di lapangan mengatakan bahwa hama dan infeksi kulit di antara orang-orang di Gaza masih meningkat. Pada bulan Maret, infeksi semacam itu meningkat lebih dari tiga kali lipat di lokasi pengungsian yang dikelola PBB," ungkap Dujarric.

Di Khan Younis, Gaza selatan, petugas kesehatan berupaya keras mendisinfeksi ribuan tenda untuk meminimalisir penyebaran infeksi.

Ratusan anak di Deir el-Balah, Gaza tengah, menderita kudis, cacar air, dan penyakit kulit lainnya karena kebersihan yang buruk dan tempat tinggal yang terlalu padat.

"Penyakit kulit menyebar dengan cepat secara alami karena kontak dekat. Kita tidak dapat mencegah kontak tersebut. Menanganinya sangat sulit saat ini karena obat-obatan tidak tersedia, dan kondisi yang dibutuhkan selain pengobatan seperti nutrisi yang cukup, ventilasi udara, dan kebersihan, juga kurang," kata dokter umum di Gaza, Dr. Salim Ramadan.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK