42 Siswa Diculik Saat Sekolah oleh Kelompok Boko Haram
Kelompok ekstremis Boko Haram dilaporkan menculik sedikitnya 42 siswa dalam sebuah serangan fajar di sebuah sekolah menengah di Negara Bagian Borno, timur laut Nigeria, pada Jumat (15/5) pagi waktu setempat.
Kepastian mengenai insiden ini dikonfirmasi oleh Senator Nigeria, Ali Ndume, yang mewakili wilayah Borno Selatan di Majelis Nasional pada Sabtu (16/5) waktu setempat.
Melansir Anadolu berdasarkan laporan media lokal Business Day Nigeria, serangan tersebut menargetkan sebuah sekolah menengah negeri di desa Mussa, kawasan Askira-Uba.
Saat kejadian, sekelompok milisi bersenjata berat dilaporkan menyerbu kompleks sekolah secara tiba-tiba tepat saat para siswa tengah memulai aktivitas kelas pagi.
Senator Ndume menyatakan bahwa insiden ini telah meninggalkan trauma mendalam dan rasa hancur bagi para orang tua serta wali murid.
"Penculikan di sekolah ini jauh lebih mengerikan karena terjadi ketika para siswa yang kurang mampu dan tangguh ini sedang fokus mengikuti pelajaran pagi mereka," ujar Ndume dalam sebuah pernyataan resmi.
Ndume juga menyampaikan desakan kuat kepada lembaga keamanan, khususnya Angkatan Darat Nigeria, untuk segera mengintensifkan operasi penyelamatan darurat demi membebaskan puluhan siswa tersebut.
Nigeria telah lama berada di bawah bayang-bayang ketakutan akibat serangan kelompok radikal. Wilayah timur laut negara ini menjadi basis operasi Boko Haram serta kelompok ISWAP yang berafiliasi dengan ISIS.
Sejak melancarkan pemberontakan bersenjata pada awal tahun 2000-an, aksi kekerasan massal Boko Haram tercatat telah menewaskan puluhan ribu jiwa sejak tahun 2009.
Kasus penculikan massal terhadap anak sekolah merupakan taktik usang namun mematikan yang kerap digunakan kelompok ini untuk tebusan atau propaganda.
Pemerintah Nigeria sebenarnya telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meredam ancaman ini, termasuk mengerahkan pasukan komando tambahan dan bekerja sama dengan mitra internasional.
Sebagai bagian dari upaya global memerangi terorisme di tahun 2026 ini, Amerika Serikat bahkan telah mengerahkan sekitar 100 personel militer ke wilayah Nigeria utara sejak Februari lalu.
Pasukan khusus AS tersebut bertugas memberikan pelatihan taktis, berbagi intelijen, serta memberikan dukungan teknis kepada pasukan lokal guna membendung lonjakan serangan kelompok bersenjata.
(wiw)