Respons Negara Arab-Islam yang Diminta Trump Buka Relasi ke Israel
Axios melaporkan pembicaraan telepon antara Trump dan para pemimpin negara Arab dan Muslim ini sebenarnya fokus membahas perkembangan upaya perundingan AS dan Iran demi mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari lalu.
Dua pejabat AS mengatakan para pemimpin negara itu mendukung penuh upaya Trump mengakhiri perang.
Para pemimpin tersebut, termasuk Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang mengambil sikap lebih keras dibanding yang lain terhadap Iran, juga menyatakan dukungan mereka agar perang segera berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka semua mengatakan, 'Kami bersama Anda dalam kesepakatan ini. Dan jika ini gagal, kami juga akan tetap bersama Anda,'" kata seorang pejabat AS.
Namun, ketika Trump mengatakan harapannya semua negara yang belum bergabung dengan Abraham Accords segera bergabung, para pemimpin itu bungkam tak menjawab.
Para pemimpin, khususnya dari Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan yang belum memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel, disebut terkejut dengan permintaan Trump.
"Suasana di sambungan telepon sempat hening, lalu Trump bercanda dan bertanya apakah mereka masih ada di sana," ujar salah satu pejabat AS.
Trump bahkan melontarkan gagasan bahwa Iran mungkin suatu hari nanti bisa bergabung dalam Abraham Accords untuk memecah keheningan dan menggoyahkan para pemimpin negara-negara tersebut.
Putra Mahkota Arab Pangeran MbS sebelumnya memang sempat dilaporkan mulai mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
Namun, dalam setahun terakhir sikapnya terhadap isu tersebut kembali mengeras, terutama melihat Israel kembali melancarkan agresi brutal ke Jalur Gaza Palestina pada 2023 lalu hingga dicap sebagai genosida modern.
Trump juga pernah meminta MbS bergabung dengan Abraham Accords saat pertemuan mereka di Oval Office pada November lalu. Namun sang putra mahkota menolak, dan suasana pertemuan disebut menjadi tegang.
Para pejabat Saudi masih menuntut Israel berkomitmen pada jalur pembentukan negara Palestina yang tidak dapat diganggu gugat dengan tenggat waktu jelas sebagai syarat normalisasi hubungan dengan Riyadh. Namun, Israel menolak tuntutan tersebut.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

