Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Trump Buka Suara
Helikopter serbu milik Angkatan Darat Amerika Serikat Apache jatuh di dekat Selat Hormuz, Iran, pada Senin (8/6) waktu setempat.
Belum ada kejelasan apakah helikopter yang diterbangkan dua pilot AS itu ditembak oleh Iran atau karena kerusakan mesin.
Presiden AS Donald Trump langsung buka suara menanggapi jatuhnya helikopter Apache tersebut.
"Para pilot dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada satu pun yang cedera," kata Trump di Bandara Internasional John F Kennedy sebelum kembali ke Washington DC.
Insiden itu terjadi sehari setelah Iran dan Israel mengatakan mereka menyetop serangan satu sama lain usai ditekan Trump. Teheran memperingatkan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon.
Pengaktifan kembali gencatan senjata ini dilakukan di tengah negosiasi antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Trump juga mengatakan kepada bahwa ia mungkin memiliki "gagasan" untuk kesepakatan dengan Iran dalam beberapa hari ke depan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia sering mengisyaratkan kesepakatan yang akan segera terjadi dengan Teheran, tetapi belum ada yang terwujud.
Iran dan Israel kembali saling serang akhir pekan lalu sejak gencatan senjata pada bulan April.
Teheran menembakkan rudal ke arah wilayah Israel pada Minggu malam, menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran di pinggiran Beirut.
Israel kemudian menyerang sistem pertahanan udara Iran dan pabrik petrokimia yang menurut mereka digunakan untuk memproduksi rudal balistik. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan mereka membalas dengan serangan yang ditujukan ke pabrik Israel serupa di kota Haifa.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan oleh pihak berwenang di kedua pihak.
(bac)