Perang Panas! Iran Balas Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 08:17 WIB
Penampakan pangkalan militer AS di Bahrain. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain pada Rabu (10/6) pagi.

Serangan tersebut diluncurkan Iran untuk membalas AS yang sebelumnya menyerang beberapa wilayah di dekat Selat Hormuz, usai menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache Angkatan Darat AS.

"Rezim AS yang penghasut perang menyerang beberapa titik di Jask, Sirik dan Qeshm pagi ini dengan dalih palsu, merusak tiang telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media Iran.

"Sebagai tanggapan atas tindakan kejam musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain)," tambah mereka, dikutip AFP. 

IRGC juga memperingatkan akan ada respons yang "lebih parah", jika agresi AS terus berlanjut.

Sebelumnya serangan terbaru AS ke Iran pada Selasa (9/6) merusak menara telekomunikasi dan dua tangki air di kota pelabuhan Sirik, Iran.

Presiden AS Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Apache yang tengah melakukan pelayaran patroli pada Senin (8/6). Namun Trump mengeklaim dua awak helikopter itu selamat.

"Saya baru saja diberitahu oleh militer kami bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih, saat berpatroli di Selat Hormuz," tulis Trump di media sosial.

"AS harus merespons ini," imbuhnya.

Militer AS menggunakan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, dan pesawat tempur F/A-18 dan F-25, untuk menentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran beberapa waktu lalu.

Iran sejauh ini telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper tak berawak, sementara sejumlah jet tempur AS juga hilang akibat tembakan musuh sejak perang pada 28 Februari lalu.

Namun ini akan menjadi insiden pertama yang melibatkan Apache dalam konflik tersebut.

Helikopter tempur AH-64 Apache, yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire, adalah salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK