Gedung Pentagon Ditutup Diduga Tercemar Bahan Berbahaya

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 23:11 WIB
Ilustrasi. Insiden bahan berbahaya di Pentagon menyebabkan penutupan area dan evakuasi. (Getty Images via AFP/TOM BRENNER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah area di markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, ditutup dan sebagian lainnya dievakuasi setelah terdeteksi insiden yang berkaitan dengan bahan berbahaya serta masalah kualitas udara di dalam gedung.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sistem pemantauan di kompleks tersebut mendeteksi gangguan kualitas udara sehingga pihak berwenang menerapkan langkah-langkah pencegahan sambil melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kementerian Pertahanan menjalankan protokol perlindungan standar, termasuk perintah berlindung di tempat (shelter-in-place) untuk area yang terdampak," kata Parnell, Kamis.

Menurutnya, tim respons darurat telah disiagakan untuk membantu penghuni gedung selama proses investigasi berlangsung.

Penanganan insiden dilakukan oleh tim bahan berbahaya (HazMat) Pentagon Force Protection Agency dengan dukungan Arlington County Fire Department. Pemerintah setempat juga mengonfirmasi bahwa tim HazMat telah diterjunkan ke lokasi.

Tim keamanan Pentagon dalam pesan internal menyebutkan bahwa pengujian tambahan diperlukan untuk mengetahui penyebab masalah kualitas udara tersebut. Proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua jam.

Sementara itu, sejumlah area di kompleks Pentagon dilaporkan telah ditutup. Dua sumber menyebut lantai dua hingga lima pada koridor empat hingga tujuh tidak dapat diakses untuk sementara waktu.

Laporan CNN juga menyebut petugas kepolisian di dalam gedung terlihat mengenakan masker gas serta perlengkapan pelindung kimia lengkap sebagai langkah antisipasi.

Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. Penyebab pasti gangguan kualitas udara di Pentagon masih dalam penyelidikan.

(tim/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK