Trump Blak-blakan Ucap Terima Kasih ke Xi Jinping dan Putin, Ada Apa?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pernyataan yang jarang terjadi.
Dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Kamis (18/6), Trump blak-blakan mengucapkan terima kasih kepada Xi Jinping dan Putin atas "sikap netralitas" kedua pemimpin selama perang AS-Iran berlangsung sejak 28 Februari lalu.
"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat keadaan jauh lebih baik," kata Trump seperti dikutip Reuters.
Rencana perdamaian Iran-AS kini memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian meneken MoU secara digital pada Kamis.
MoU itu memungkinkan AS-Iran berunding dalam 60 hari ke depan untuk mengakhiri perang.
Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.
Secara terpisah, pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.
"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden, sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Ia mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden, dan bahwa upacara resmi "tidak banyak memiliki tempat" dalam rencana Iran.
Pemerintah Swiss sebelumnya mengatakan upacara penandatanganan akan diadakan pada hari Jumat (19/6) di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne, dan Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden AS JD Vance akan hadir.
"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar, dan mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," kata Baghaei.
Teks perjanjian tersebut dirilis pada hari Rabu (17/6) oleh kedua belah pihak. Periode negosiasi selama dua bulan akan menyusul, dengan pembukaan kembali Selat Hormuz Sebagai langkah pertama.
(rds)