BREAKING NEWS

PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Jabatan

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 15:44 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (22/6). (Foto: AFP/TOBY MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (22/6).

Dalam pidatonya di depan Downing Street 10th pada Senin pagi waktu London, Starmer mengatakan ia juga telah menyatakan keputusannya untuk mengundurkan diri kepada Raja Charles III.

"Setiap keputusan yang saya ambil selalu didasarkan pada kepentingan negara yang saya cintai. Karena itulah saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh BBC.

"Pagi ini, saya juga telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk menyampaikan keputusan saya tersebut," paparnya menambahkan.

Dalam konstitusi Inggris, posisi Perdana Menteri diduduki oleh Ketua Partai yang memenangkan pemilihan umum. Dengan ini, keputusan Starmer mundur dari Ketua Partai Buruh turut membuat dirinya juga mundur dari jabatannya sebagai PM Inggris.

Dalam pidatonya, Starmer mengatakan keputusan mundur ini ia ambil setelah mendengar masukan dari partainya terkait peluang di pemilihan umum berikutnya.

"Partai saya kini mempertanyakan apakah saya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin kami menghadapi pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari rekan-rekan saya di Partai Buruh mengenai pertanyaan tersebut, dan saya menerima keputusan itu dengan lapang dada," ujar Starmer.

Isu pengunduran diri Starmer telah muncul sejak politikus Partai Buruh Andy Burnham menang telak dalam pemilihan di daerah pemilihan Makerfield pekan lalu.

Menurut laporan sejumlah media Inggris, Andy Burnham dijadwalkan bakal menduduki kursinya di Dewan Perwakilan Rakyat, yang akan membuka jalan baginya untuk maju ke kursi PM.

Berdasarkan aturan Partai Buruh, pemimpin partai kiri-tengah itu haruslah seorang anggota parlemen.

"Pemimpin yang sedang tertekan itu diperkirakan akan mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri, setelah tekanan luar biasa dari anggota parlemen Partai Buruh untuk memberi jalan bagi Andy Burnham," demikian laporan The Guardian.

Burnham, yang menjabat sebagai Wali Kota Great Manchester sejak 2017, beberapa kali telah menyatakan niatnya untuk memimpin Partai Buruh yang popularitasnya belakangan sedang merosot.

Jika berhasil, pria berusia 56 tahun itu bisa menjadi perdana menteri secara otomatis, kecuali ada penantang lain untuk posisi tersebut mengingat Partai Buruh memiliki mayoritas parlemen yang besar.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK