Strategi Pakistan Atasi Konflik di Timur Tengah dan Perbatasan

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 03:00 WIB
Pakistan membeberkan upaya mereka mengatasi masalah perbatasan di negaranya dan tetap berperan aktif menjadi mediator perang Amerika Serikat-Iran.
Pakistan membeberkan upaya mereka mengatasi masalah perbatasan di negaranya dan tetap berperan aktif menjadi mediator perang Amerika Serikat-Iran. (CNN Indonesia/ Anisa Dewi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan membeberkan upaya mereka mengatasi masalah perbatasan di negaranya dan tetap berperan aktif menjadi mediator perang Amerika Serikat-Iran.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan pernyataan tersebut ke awak media di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Jumat (26/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir hal-hal ini saling bertentangan. Sebenarnya tidak sepenuhnya demikian, maksud saya, ya, kita punya perbatasan yang panjang dengan Afghanistan, di mana itu adalah perbatasan yang damai. Tetapi tentu saja, kita punya kepentingan yang nyata dalam perdamaian di Iran," kata Zahid.

Salah satu area yang memicu kekhawatiran pemerintahan yang berbasis di Islamabad adalah perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Di perbatasan tersebut, milisi Tahreek e Taliban Pakistan (TTP) kerap menyerang pasukan keamanan Pakistan. Islamabad menuduh Talibah Afghanistan melindungi mereka, tetapi milisi tersebut membantah.

"Kekhawatiran utama kami saat ini adalah bahwa tanah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk melawan negara lain, khususnya Pakistan," kata Zahid.

Sebagian besar insiden teroris di Pakistan, lanjut dia, berasal dari Afghanistan, baik pendanaan atau serangan yang direncanakan untuk menciptakan masalah keamanan.

Lebih lanjut, Zahid mengatakan Pakistan akan melakukan apa saja untuk menjamin keselamatan dan keamanan negara dan rakyat kami.

"Pakistan sangat menderita akibat insiden teroris di negara kami. Jadi setiap kejadian teroris di Pakistan yang disponsori oleh pihak luar, khususnya Afganistan, akan ditanggapi dengan kekuatan penuh negara Pakistan," ucap dia.

Di luar itu, Zahid juga mengatakan Pakistan ingin melihat kedamaian di Afghanistan. Sebab, kekacauan atau ketidakstabilan di negara tetangganya akan berdampak ke Pakistan.

Selain soal Afghanistan, Zahid mengatakan Pakistan ingin memainkan peran sebagai mediator perdamaian di Asia Barat, atau beberapa pihak menyebutnya Timur Tengah.

Dia lalu menegaskan perang yang berakhir turut mengamankan keamanan hingga ekonomi kawasan.

"Dan kita percaya bahwa berakhirnya perang, ini penting untuk mengamankan perdamaian di kawasan ini, Ini penting untuk stabilitas ekonomi kawasan, untuk ketahanan pangan kawasan, tidak hanya kawasan, tetapi seluruh dunia, keamanan energi kawasan dan sekitarnya," ucap Zahir.

Dia lalu menyebut pembukaan Selat Hormuz sebagai salah satu contoh hasil negosiasi AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan.

Selat Hormuz menjadi perhatian dunia usai ditutup sebagai bentuk balasan Teheran atas serangan brutal Amerika Serikat-Israel pada akhir Februari.

Selat Hormuz jadi rute pelayaran minyak global terutama yang akan diantar ke negara-negara Asia.

Pekan lalu, AS-Iran sepakat meneken nota kesepahaman (MoU) dan beberapa hari kemudian mereka menggelar negosiasi langsung di Burgenstok, Swiss.

MoU tersebut mencakup penghentian pertempuran di semua front, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, pembukaan Selat Hormuz, hingga masa depan nuklir Iran.

Melalui negosiasi di Swiss, AS-Iran juga sepakat membentuk komite kerja yang memantau urusan nuklir hingga pencairan aset Iran senilai US$12 miliar.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]