Sejarah 250 Tahun Kemerdekaan AS & Gugatan Tak Henti Suku Indian

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 07:00 WIB
Protes suku Indian di dekat Washington DC saat peringatan Hari Kemerdekaan Ke-250 tahun. (ASREUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menandai 250 tahun hari kemerdekaan Amerika Serikat, yang dikenal Independence Day, 4 Juli, sejumlah acara sudah digelar dengan megah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan hari jadi ini (Semiquincentennial) melalui serangkaian agenda besar di National Mall, Washington, DC.

Perayaan ini mencakup pidato kenegaraan, rapat umum (rally), serta peluncuran kembang api terbesar dalam sejarah dunia yang diselenggarakan oleh Freedom 250.

Dalam lamannya, Freedom250 menulis, setiap generasi memiliki satu momen yang akan mereka ingat seumur hidup.

Pada tahun 2026, generasi-generasi Amerika akan menatap langit dan mengingat pemandangan luar biasa dari peringatan ke-250. Dari penerbangan lintas pertama Bulan sejak tahun 1972 hingga 4 Juli 2026, momen lain akan tiba.

Puncak perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat membawa ratusan ribu pengunjung ke halaman Monumen Washington dan daerah sekitarnya untuk menikmati pertunjukan seharian penuh, atraksi pesawat terbang, demonstrasi akrobatik udara perdana di atas DC, dan program siaran langsung malam hari-yang berpuncak pada pertunjukan kembang api terbesar dalam sejarah.

Donald Trump berpidato di Mount Rushmore, menyoroti agenda pemerintahannya dan menggalang dukungan menjelang pemilu paruh waktu AS pada bulan November.

Berbicara di depan monumen yang menghormati Presiden George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln, Trump memuji para pemimpin pendiri negara tersebut dan mengajak warga Amerika untuk merayakan sejarah serta pencapaian bangsa.

Dalam pidato tersebut, Trump juga menyinggung soal kebangkitan komunisme di negaranya dan tekanan terhadap identitas Amerika.

"Anda tidak harus lahir di sini, tetapi Anda harus mencintai apa yang telah kita bangun," katanya.

Deklarasi kemerdekaan

Hari kemerdekaan AS, tak lepas dari Deklarasi Kemerdekaan, yang diadopsi oleh Kongres Kontinental pada tanggal 4 Juli 1776. Dalam deklarasi itu, 13 koloni Amerika memutuskan hubungan politik mereka dengan Britania Raya.

Deklarasi tersebut merangkum motivasi para kolonis untuk mencari kemerdekaan. Dengan menyatakan diri sebagai negara merdeka, para kolonis Amerika mampu mengukuhkan aliansi resmi dengan Pemerintah Prancis dan memperoleh bantuan Prancis dalam perang melawan Britania Raya, seperti dikutip dari laman sejarah AS.

Sepanjang tahun 1760-an dan awal 1770-an, para kolonis Amerika Utara semakin berselisih dengan kebijakan kekaisaran Inggris mengenai perpajakan dan kebijakan perbatasan.

Ketika protes berulang kali gagal memengaruhi kebijakan Inggris, dan malah mengakibatkan penutupan pelabuhan Boston dan deklarasi darurat militer di Massachusetts, pemerintah kolonial mengirim delegasi ke Kongres Kontinental untuk mengoordinasikan boikot kolonial terhadap barang-barang Inggris.

Ketika pertempuran pecah antara kolonis Amerika dan pasukan Inggris di Massachusetts, Kongres Kontinental bekerja sama dengan kelompok-kelompok lokal, yang awalnya dimaksudkan untuk menegakkan boikot, mengoordinasikan perlawanan terhadap Inggris.

Para pejabat Inggris di seluruh koloni semakin mendapati otoritas mereka ditantang oleh pemerintah lokal informal, meskipun sentimen loyalis tetap kuat di beberapa daerah.

Sepanjang musim dingin tahun 1775-1776, para anggota Kongres Kontinental memandang rekonsiliasi dengan Inggris sebagai hal yang tidak mungkin, dan kemerdekaan sebagai satu-satunya jalan yang tersedia bagi mereka.

Ketika pada tanggal 22 Desember 1775, Parlemen Inggris melarang perdagangan dengan koloni, Kongres menanggapi pada bulan April 1776 dengan membuka pelabuhan-pelabuhan kolonial-ini merupakan langkah besar menuju pemutusan hubungan dengan Inggris.

Para kolonis dibantu oleh penerbitan pamflet Thomas Paine, Common Sense, pada Januari, yang menganjurkan kemerdekaan koloni dan didistribusikan secara luas di seluruh koloni.

Pada bulan Februari 1776, para pemimpin kolonial membahas kemungkinan membentuk aliansi asing dan mulai menyusun Perjanjian Model yang akan menjadi dasar aliansi tahun 1778 dengan Prancis.

Para pemimpin yang memperjuangkan kemerdekaan ingin memastikan bahwa mereka memiliki dukungan kongres yang cukup sebelum mereka membawa masalah ini ke pemungutan suara.

Pada 7 Juni 1776, Richard Henry Lee mengajukan mosi di Kongres untuk menyatakan kemerdekaan. Anggota Kongres lainnya setuju tetapi berpendapat beberapa koloni belum sepenuhnya siap. Namun, Kongres membentuk komite untuk menyusun deklarasi kemerdekaan dan menugaskan tugas ini kepada Thomas Jefferson.

"Kami menganggap kebenaran-kebenaran ini mutlak, bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka oleh Tuhan dikaruniai beberapa hak tertentu yang tak dapat diganggu gugat, bahwa di antaranya ialah hidup, kemerdekaan, dan usaha mencapai kebahagiaan," demikian rumusan Deklarasi Kemerdekaan AS yang ditulis Jefferson dan melegenda hingga saat ini.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Gugatan Suku Indian


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :