Trump Ancam Bom & Olok-olok Pelayat Ali Khamenei: Air Mata Palsu

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 14:20 WIB
Presiden Donald Trump mengolok-olok jutaan warga Iran yang melayat pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung hari ini. (Foto: Getty Images via AFP/ROBERTO SCHMIDT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengolok-olok jutaan warga Iran yang berduka melayat pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung hari ini, Minggu (5/7) setelah tertunda selama tiga bulan lebih.

Dalam wawancara singkat dengan Axios via telepon, Trump mengatakan ia terus memantau prosesi pemakaman Khamenei yang tewas imbas perintahnya kepada militer AS-Israel untuk menyerang Iran pada 28 Februari lalu itu.

Trump mengaku terkejut melihat jutaan warga Iran menangis selama prosesi pemakaman Khamenei karena sebelumnya mengira rakyat Iran membenci pemimpin tersebut. Namun, ia berasumsi kesedihan warga Iran hanya dibuat-buat.

"Mungkin itu air mata palsu," ujar Trump pada Sabtu (4/7) waktu AS.

Trump bahkan mengancam AS bisa saja menghabisi Iran dalam satu tembakan selama acara proses pemakaman Ali Khamenei. Namun, ia mengaku tak akan melakukannya karena menghargai niat Iran untuk berunding dan memberi ruang Teheran untuk merampungkan proses pemakaman.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," kata Trump.

Puluhan ribu warga Iran memadati kompleks salat terbuka yang luas di Teheran pada Sabtu untuk melihat peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera merah, putih, dan hijau Republik Islam Iran, para pelayat mengangkat potret Khamenei serta putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei.

Para pelayat terus berdatangan memenuhi halaman luas Imam Khomeini Grand Mosalla. Mereka memukul dada, meratap, dan mengibarkan bendera Republik Islam Iran. Para perempuan yang mengenakan cadar hitam dan memakai pelindung wajah berwarna putih atau membawa payung untuk melindungi diri dari terik matahari menjelang siang.

"Mari kita meratap!" seru seorang pembawa acara melalui pengeras suara. Teriakan "Mati untuk Amerika" menggema di seluruh aula salat yang luas.

"Semua orang yang datang ke sini ingin membalas darah pemimpin tertinggi kami," kata Arash Rahimi (40) kepada Reuters di tengah kerumunan.

"Seperti yang dikatakan pemimpin kami, kami memiliki dendam darah terhadap Amerika Serikat. Hubungan kami dengan Amerika Serikat tidak akan pernah baik."

Tiga anak laki-laki Ali Khamenei kecuali Mojtaba terlihat hadir dalam pemakaman sang ayah ini.

Dikutip Al Jazeera, kantor berita Associated Press melaporkan putra-putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, menghadiri salat jenazah sang ayah.

Sementara itu, seperti yang telah dilaporkan, Mojtaba Khamenei tidak menghadiri upacara tersebut karena alasan keamanan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.

Melalui pantauan video yang disiarkan AP, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi juga turut hadir saat momen salat jenazah tersebut.

Sementara itu, kantor berita IRNA melaporkan bahwa Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu tokoh agama paling senior di Iran, memimpin salat jenazah mendiang Ali Khamenei.

Selain keluarga,beberapa pejabat yang hadir di upacara pemakaman itu antara lain lain Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK