Kapal Kargo Kena Serang Milisi Bersenjata di Lepas Pantai Yaman
Sebuah kapal kargo yang berlayar di lepas pantai Yaman melaporkan mendapat serangan dari "kelompok bersenjata tak dikenal" pada Minggu (5/7).
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan insiden yang kini masih dalam penyelidikan itu terjadi sekitar 30 mil laut (sekitar 55 kilometer) di barat daya Pelabuhan Al Hudaydah di Laut Merah, Yaman.
"Sebuah kapal kargo mengirimkan sinyal darurat yang menyatakan mereka sedang diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal," tulis UKMTO melalui platform X.
Dikutip CNN, belum diketahui siapa dalang di balik serangan tersebut maupun apakah insiden itu berkaitan dengan perang Iran.
Insiden ini terjadi kala Iran dan Amerika Serikat tengah dalam masa gencatan senjata dan telah meneken nota kesepahaman (MoU) yang memberikan kedua negara 60 hari untuk berunding mengakhiri perang.
Meski begitu, gencatan senjata berlangsung rentan lantaran kedua negara sempat kembali tegang bahkan saling melancarkan serangan usai insiden penyerangan terhadap sebuah kapal komersil di Selat Hormuz.
Kejadian ini juga berlangsung ketika Teheran sempat mengancam akan menutup Selat Bab Al Mandab yang terletak di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Saat ini, Yaman masih dilanda perang sipil di mana sebagian besar wilayahnya terutama ibu kota dikuasai milisi Houthi yang merupakan sekutu Iran.
Kelompok Houthi menguasai sebagian besar pesisir Laut Merah di Yaman dan sebelumnya pernah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.
(rds)