China-Rusia Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Besok

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 21:05 WIB
China dan Rusia mengumumkan akan menggelar latihan angkatan laut gabungan di lepas pantai China, pada Senin (6/7) besok. (Foto: via REUTERS/Sergei Bobylyov)
Jakarta, CNN Indonesia --

China dan Rusia mengumumkan akan menggelar latihan angkatan laut gabungan di lepas pantai China, pada Senin (6/7) besok.

Militer China dan Rusia telah rutin menggelar latihan gabungan militer dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kerja sama itu dicurigai negara Barat karena perang Moskow di Ukraina terus berlanjut.

Selain itu, Moskow dan Beijing memiliki hubungan ekonomi dan diplomatik yang erat, dan itu diperkuat dengan sentimen yang sama untuk menentang Amerika Serikat.

Latihan bersama ini akan melibatkan angkatan laut China dan Russia yang mengambil bagian dalam latihan Joint Sea-2026 di perairan dan wilayah udara lepas pantai Qingdao. Lokasi itu merupakan pelabuhan militer utama dan resor tepi laut di timur China.

"Setelah latihan, beberapa pasukan dari kedua belah pihak akan melakukan patroli maritim gabungan di wilayah terkait di Samudra Pasifik," kata sebuah pernyataan anonim seperti dikutip dari AFP, Minggu (5/7).

Terpisah, Komando Teater Utara militer Tiongkok mengatakan dua kapal perusak, fregat, kapal selam, kapal suplai, dan satu unit kapal penyelamat akan ikut serta dalam latihan tersebut.

Pernyataan sekaligus mengonfirmasi semua pasukan telah tiba di Qingdao. Latihan akan mencakup pengintaian, pertahanan udara dan rudal, serta serangan permukaan.

Sementara, armada Pasifik Rusia mengatakan, latihan akan berlangsung mulai 6-13 Juli di Laut Kuning, perairan yang memisahkan Tiongkok dari Semenanjung Korea.

Pernyataan yang dimuat kantor berita Rusia mengatakan, latihan gabungan juga akan mencakup operasi penyelamatan gabungan, perang anti-kapal selam dan misi pertahanan udara, serta latihan artileri.

Satu kapal penjelajah Rusia, korvet, kapal selam diesel, dan kapal penyelamat telah tiba di pelabuhan Qingdao menjelang latihan.

Berbicara pada sebuah upacara di Qingdao, Laksamana Muda Rusia Sergei Sinko mengatakan Latihan Laut Bersama-2026 bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis antara China dan Rusia.

Latihan ini digelar sekitar dua bulan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi China.

Putin mengatakan pada saat itu hubungan telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara pemimpin China, Xi Jinping memuji kemitraan yang tak tergoyahkan.

Beijing dan Moskow telah mengadakan latihan Laut Bersama sejak 2012. Pada 2025, latihan digelar di dekat pelabuhan Vladivostok di Rusia timur juga diikuti oleh patroli bersama di Pasifik.

China tidak pernah mengecam invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, tetapi Beijing bersikeras bahwa mereka adalah pihak netral, dan secara teratur menyerukan pembicaraan perdamaian.

Namun, banyak sekutu Barat Ukraina, termasuk Amerika Serikat, percaya bahwa Beijing telah memberikan dukungan kepada upaya perang Moskow.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK