Irak Operasi Anti-Korupsi Gede-gedean, Aparat Sita Celana Dalam Emas

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 17:11 WIB
Penggeledahan hingga penangkapan dilakukan terhadap para pejabat di negara ini yang diduga terlibat kasus suap hingga korupsi.
Ilustrasi. Penggeledahan hingga penangkapan dilakukan terhadap para pejabat di negara ini yang diduga terlibat kasus suap hingga korupsi. (iStockphoto/AZemdega)
Jakarta, CNN Indonesia --

Irak di bawah Perdana Menteri Irak Ali Al Zeidi melakukan operasi anti-korupsi besar-besaran selama tiga bulan terakhir.

Penggeledahan hingga penangkapan dilakukan terhadap para pejabat di negara ini yang diduga terlibat kasus suap hingga korupsi. Total sedikitnya 47 pejabat tinggi Irak ditangkap, dikutip dari media Turki Haberler.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aparat komisi anti korupsi Irak juga menangkap, Hind Al Abbasi, dalam operasi tersebut pada akhir Juni lalu. Petugas bahkan diklaim menemukan dan menyita batangan 27 kilogram, kutang dan celana dalam emas bertabur permata dalam operasi penggeledahan di rumah mewah politikus perempuan negara itu.

Aparat juga dilaporkan menemukan dan menyita uang tunai senilai US$57 juta, demikian pemberitaan dari Haberler.

Sebagai bagian dari penyelidikan, 47 tersangka termasuk anggota parlemen dan birokrat, dilaporkan telah ditahan. Operasi tersebut digambarkan sebagai bagian dari tinjauan luas terhadap penyalahgunaan dana publik dan tuduhan korupsi.

Hind Al Abbasi tercantum di situs web resmi Parlemen Irak sebagai anggota parlemen negara itu. Meski demikian, pernyataan detail dari pihak berwenang terkait dugaan penggeledahan dan penyitaan barang bukti belum dikonfirmasi.

Pemerintahan Al Zeidi memang tengah gencar melakukan operasi antoi-korupsi secara besar-besaran di Irak. Operasi tersebut menargetkan anggota parlemen, birokrat tingkat tinggi, dan pejabat publik.

Aparat lembaga anti-korupsi melakukan penggerebekan sejak subuh di beberapa lokasi, terutama di Baghdad.

Setidaknya tujuh anggota parlemen dan banyak pejabat publik tingkat tinggi termasuk di antara 47 orang yang ditahan.

Jutaan dolar AS uang tunai, emas, sejumlah senjata, dan amunisi disita dalam penyelidikan anti-korupsi. Dalam operasi yang diumumkan oleh Dewan Kehakiman Tinggi Irak, sekitar 10 juta dolar AS uang tunai, 3 miliar dinar Irak, perhiasan emas, sejumlah senjata laras panjang, dan sekitar 40 properti disita dalam penyelidikan yang terkait dengan mantan Wakil Menteri Perminyakan Ali Al Jumaili.

Media Irak Channel 8 melaporkan pihak berwenang Irak berhasil menyita sekitar Rp361 miliar uang tunai dari sejumlah galon air yang ditemukan di rumah Al Jumaili.

Rinciannya, 25 miliar dinar Irak (sekitar Rp343 miliar) dan 1 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp18 miliar).

Uang-uang itu ditemukan saat petugas menggeledah kediaman Al Jumaili di Tikrit sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Tersangka menggunakan metode yang tidak biasa untuk menyembunyikan dana ilegal tersebut. Dinar Irak dan dolar AS yang ditemukan di Tikrit telah dikemas di dalam galon air dan disembunyikan di kediaman tersebut dalam upaya menghindari deteksi oleh pasukan keamanan dan penyelidik keuangan," demikian lapor Channel 8.

PM Ali Al Zaidi menyatakan bahwa tidak akan ada kompromi dalam memerangi korupsi. Ia memberi sinyal kuat bahwa operasi tersebut dapat diperluas ke individu-individu baru.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]