Trump Tiba-tiba Tuduh China Ikut Campur Bobol Data Pilpres AS 2020

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 10:20 WIB
Trump tuduh China bobol data 220 juta pemilih pada Pilpres AS 2020. Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump tiba-tiba menuduh China ikut campur dalam pemilihan umum presiden (pilpres) Amerika Serikat pada 2020 lalu. Trump kalah dalam pilpres 2020 dari Joe Biden.

Dilansir Reuters, dalam pidato terbarunya pada Kamis (16/7), Trump membuka dokumen intelijen yang menurutnya menunjukkan adanya campur tangan China di pilpres AS 2020.

Trump mengeklaim tengah membuka dokumen intelijen berisi informasi sensitif, yang menunjukkan bahwa China telah secara ilegal memperoleh 220 juta berkas pemilih AS, termasuk nama, alamat, dan data lain yang digunakan untuk mendaftar sebagai pemilih.

Namun tuduhan ini bertentangan dengan hasil penilaian komunitas intelijen AS tahun 2021, yang tidak menemukan indikasi adanya aktor asing mana pun yang mencoba mengubah, atau berhasil mengubah "aspek teknis apa pun" dari pemungutan suara pilpres 2020, termasuk pendaftaran pemilih, surat suara, penghitungan, atau hasil.

Penilaian itu dilakukan di bawah kepemimpinan John Ratcliffe, yang kini menjabat sebagai Direktur CIA.

Laporan itu memang menemukan China telah melakukan upaya untuk mengumpulkan informasi tentang pemilih AS, opini publik, partai politik, kandidat, dan pejabat tinggi pemerintah, yang kemungkinan bertujuan untuk menggunakan materi itu untuk memprediksi hasil pemilu.

Namun dua orang sumber menyebut data pemilih AS yang diperoleh China tidak bersifat rahasia, melainkan berkas pemilih secara rutin yang dibeli oleh konsultan politik dan tidak dapat dimanipulasi.

Jelang pidato terbaru Trump ini, beberapa pejabat Gedung Putih telah menyatakan kekhawatiran bahwa pengungkapan informasi tentang China dapat menyesatkan. Bahasa keras Trump soal China juga berisiko mengguncang hubungan dagang yang kini mulai stabil.

Sebelum pidato Trump, juru bicara Kedutaan Besar China di AS juga sudah buka suara. "China tidak pernah dan tidak akan pernah ikut campur dalam pemilihan presiden AS," kata jubir Kedubes China Liu Chang.

Senator dari Partai Demokrat, Mark Warner, juga menyatakan bahwa pernyataan soal China sama sekali tidak benar. "Faktanya adalah badan intelijen kita sepakat bahwa China bahkan tidak mencoba mengubah satu suara pun dalam pemilu 2020," ungkap Warner.

Selama bertahun-tahun, Trump memang kerap melontarkan pernyataan penuh ragu soal hasil pemilu. Dia sering mengatakan kekalahannya dari Joe Biden merupakan hasil kecurangan.

Meski sering menyebut pemilu AS sangat rentan, Trump tidak memberikan bukti aktual apa pun soal pilpres tahun 2020 yang diubah atau dimanipulasi.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK