3 Pesan Murka Mojtaba Khamenei soal Serangan Baru 'Setan AS' ke Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei buka suara soal Amerika Serikat yang kembali melancarkan serangan udara ke negaranya pada Sabtu (18/7) waktu setempat. Serangan baru AS ini merupakan balasan atas dua tentaranya yang tewas dalam serangan Iran di Yordania.
Dalam pernyataan tertulis via akun X-nya, Khamenei setidaknya mengutarakan tiga pesan penting bagi AS dan juga warga Iran.
Pertama, ia bersumpah akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada "setan" AS atas serangan terbarunya itu. Menurutnya, serangan terbaru AS membuktikan sekali lagi bahwa Negeri Paman Sam tidak bisa dipercaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggaran yang berulang kali dilakukan oleh Setan Besar (Amerika Serikat) terhadap nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden Amerika Serikat kembali menyingkap satu kenyataan mendasar: tanda tangan Presiden Amerika Serikat sama sekali tidak bernilai dan tidak memiliki kredibilitas," ucap Mojtaba Khamenei.
Dikutip Al Jazeera, pesan kedua berupa peringatan kepada Amerika Serikat. Khamenei menegaskan bahwa apabila Washington memutuskan untuk melanjutkan perang, maka akan ada konsekuensi dan pelajaran yang harus dihadapi oleh pihak Amerika.
Melalui pernyataan tersebut, ia juga berupaya menggambarkan "Poros Perlawanan" (Axis of Resistance) sebagai simbol kekuatan dan kemampuan Iran untuk memberikan respons di tengah situasi yang semakin rumit.
"Paksaan, sikap hegemonik, dan kekejaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari doktrin dan cara pandang Amerika Serikat," ucap Mojtaba Khamenei.
"Hari ini, Setan Besar kembali memperlihatkan wajah aslinya tanpa topeng. Episode kelam yang dipenuhi kejahatan dan pengingkaran janji ini menjadi bukti baru yang tak terbantahkan mengenai ketidakjujuran, ketidakrasionalan, ketidakdapatdipercayaan, dan watak jahat Amerika Serikat."
Pesan ketiga ditujukan kepada masyarakat Iran. Khamenei kembali menekankan pentingnya persatuan nasional, seraya menyerukan agar seluruh rakyat tetap bersatu menghadapi situasi yang sedang berlangsung.
Seruan tersebut dinilai sangat penting mengingat dalam beberapa hari terakhir, sejak eskalasi konflik kembali meningkat, terlihat munculnya efek "rally around the flag", yakni meningkatnya dukungan publik terhadap pemerintah dan kepemimpinan negara di tengah ancaman dari luar.
"Kini, ketika musuh Amerika berupaya meningkatkan eskalasi konflik sehingga menimbulkan kerugian yang lebih besar dan penghinaan yang lebih dalam, mereka harus mengetahui bahwa bangsa Iran yang mulia dan Front Perlawanan telah menyiapkan pelajaran yang tak akan pernah mereka lupakan," ucap Mojtaba Khamenei.
"Keberanian para pejuang Islam serta kehormatan rakyat pemberani di wilayah selatan dalam beberapa hari terakhir merupakan contoh nyata dari pelajaran yang dimaksud. Salah satu keharusan paling mendasar saat ini adalah menjaga persatuan suci di seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan, serta mempertahankan martabat dan kemerdekaan Iran tercinta, khususnya dalam menghadapi musuh yang kriminal dan licik, yakni Amerika Serikat."
Melansir AFP, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru ini bertujuan menghukum Iran sekaligus melemahkan kemampuan Teheran mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
CENTCOM juga mengatakan dua tentara AS tewas saat berupaya menghadang serangan rudal balistik dan drone Iran yang menyasar Yordania pada Jumat (17/7). Selain itu, satu personel lainnya masih dinyatakan hilang.
Dengan tambahan korban tersebut, jumlah personel militer AS yang tewas sejak konflik kembali pecah pada 28 Februari kini mencapai 16 orang.
Beberapa jam setelah mengumumkan kematian tentaranya, CENTCOM mengonfirmasi serangan udara untuk malam kedelapan berturut-turut.
"Serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan memberikan hukuman cepat kepada pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania," tulis CENTCOM melalui akun X.
Sementara itu, kantor berita Iran, Fars dan Tasnim, melaporkan serangan AS menghantam Sirik, sebuah kota pelabuhan di pesisir Selat Hormuz, Iran selatan.
(anm/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
