Israel Diam-diam Kerahkan Militer Menyusup Masuk Suriah, Ada Apa?

CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 17:20 WIB
Syrian troops sit atop a military vehicle as they head towards the Syrian-Lebanese border following clashes with Lebanese soldiers and armed groups, in Qusayr, Syria, March 17, 2025. REUTERS/Karam al-Masri     TPX IMAGES OF THE DAY
Pasukan Israel melancarkan beberapa operasi penyusupan ke wilayah pedesaan Quneitra, Suriah, dalam dua hari terakhir, Minggu (19/7). Ilustrasi. (Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel melancarkan beberapa operasi penyusupan ke wilayah pedesaan Quneitra, Suriah, dalam dua hari terakhir, Minggu (19/7).

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan, sebanyak lima kendaraan militer Israel memasuki wilayah Al Samdaniyah Al Sharqiyah, tempat pasukan mendirikan pos pemeriksaan sementara dan memeriksa warga yang melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Al Jazeera, pasukan Israel yang ditempatkan di Al Hamidiyah juga dilaporkan menembakkan satu mortir dan granat asap ke area di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan akibat insiden tersebut.

Pada malam sebelumnya, enam kendaraan militer Israel juga bergerak mendekati Bendungan Koudna, disertai aktivitas pesawat nirawak (drone) sebelum akhirnya mundur dari wilayah tersebut.

Pemerintah Suriah mengecam operasi-operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan (Disengagement Agreement) 1974.

Suriah juga mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar sepenuhnya menarik pasukannya dari wilayah selatan Suriah.

Intrusi Israel ini berlangsung kala Tel Aviv dan Amerika Serikat masih memerangi Iran sejak Februari lalu.

Meski telah sempat meneken perjanjian gencatan senjata, AS vs Iran kembali terlibat perang selama delapan hari terakhir.

Israel, musuh bebuyutan Iran, memang tidak pernah menyetujui gencatan senjata AS-Iran. Menurut Tel Aviv, perang harus terus berlanjut sampai rezim di Iran benar-benar musnah.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]