Menlu Araghchi Beber Iran Bakal Akhiri Perang Jika Capai Hal Ini

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 12:20 WIB
(FILES) (FILES) Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi adjusts his glasses during a joint press conference with his Russian counterpart following their talks in Moscow on December 17, 2025. EU terrorist designation of Iran Guards a 'major strategic
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan perang melawan Amerika Serikat (AS) bakal berakhir apabila Iran mencapai "keunggulan di medan perang." (Foto: AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan perang melawan Amerika Serikat (AS) bakal berakhir apabila Iran mencapai "keunggulan di medan perang."

Dalam pernyataan kepada kantor berita Iran, IRNA, Araghchi mengatakan keputusan paling penting dalam manajemen krisis adalah mengidentifikasi momen yang tepat untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akhir perang dimungkinkan melalui kemenangan militer absolut atau melalui negosiasi. Waktu yang tepat untuk bernegosiasi adalah ketika Anda telah mencapai keberhasilan lapangan dan strategis yang andal di bidang militer," kata Araghchi, seperti dikutip Al Jazeera.

"Anda tidak bisa mengambil risiko dengan nyawa orang dan nasib seluruh negara. Keputusan harus dibuat berdasarkan perhitungan yang akurat dan lengkap," lanjutnya.

Araghchi menambahkan politisi harus selalu mempertimbangkan apakah melanjutkan perang akan meningkatkan keuntungan atau justru menimbulkan kerugian manusia dan nasional yang lebih besar.

"Terlepas dari beberapa kerugian, kami muncul sebagai pemain internasional yang menentukan dalam perang ini dan menunjukkan kekuatan sistem," ujarnya.

Pernyataan Araghchi ini disampaikan saat AS dan Iran kembali berperang sejak awal Juli buntut serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

AS balas menyerang, dengan menargetkan utamanya wilayah pesisir Iran.

Menurut media Iran, ledakan terjadi di beberapa kota, mulai dari Sirik, Jask, Tabriz, dan Chabahar.

Serangan pada Senin ini terjadi bersamaan dengan pengumuman militer AS bahwa tentara ketiga Washington tewas dalam beberapa hari terakhir ini.

(blq/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]