Bom Meledak Dekat Kementerian Filipina Jelang Presiden Marcos Pidato

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 13:27 WIB
SAN FRANCISCO, CALIFORNIA - NOVEMBER 15: Philippine President Ferdinand Marcos Jr. speaks during the APEC CEO Summit at Moscone West on November 15, 2023 in San Francisco, California. The APEC summit is being held in San Francisco and runs through No
Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina Senin dini hari, beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. berpidato. (Foto: Getty Images via AFP/JUSTIN SULLIVAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (27/7) dini hari, beberapa jam sebelum sebuah benda yang diduga bom yang belum meledak ditemukan di dekat Gedung Senat.

Ledakan yang terjadi sesaat setelah tengah malam itu tidak menimbulkan korban jiwa. Penemuan perangkat mencurigakan kedua terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan State of the Nation Address (SONA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip AFP, Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr, mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa ada "kemungkinan besar" kedua insiden tersebut saling berkaitan.

Ia mengatakan bahwa meskipun kepolisian telah menyiapkan rencana kontinjensi untuk menghadapi "ancaman bom, aksi pengeboman, dan berbagai kemungkinan lainnya... tetap ada sesuatu yang lolos dari pengawasan kami dan meledak di depan Departemen Kehakiman."

Belum diketahui seberapa besar kekuatan ledakan yang terjadi pada dini hari tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan, jadi belum bisa memberikan rincian apakah ledakannya tergolong besar atau kecil," ujar juru bicara Kepolisian Manila, Philipp Ines, kepada AFP.

Sejumlah foto yang diunggah media Filipina memperlihatkan kaca depan sebuah kendaraan yang tampak retak akibat ledakan, serta sejumlah kecil puing di lokasi kejadian.

Dalam salah satu laporannya, polisi menyebut perangkat mencurigakan di dekat Senat ditemukan sekitar pukul 08.30 waktu setempat oleh seorang pengemudi truk derek di sebuah jalan yang berbatasan langsung dengan gedung tersebut. Pengemudi itu kemudian melaporkannya kepada petugas keamanan.

Tim penjinak bahan peledak kemudian mengamankan sejumlah barang dari lokasi, termasuk sebuah detonator (blasting cap), jam, dan sebuah toples berisi bubuk berwarna cokelat untuk diuji lebih lanjut.

Juru bicara kepolisian wilayah, Hazel Asilo, menolak memperkirakan seberapa besar daya ledak perangkat tersebut jika sampai meledak.

Sementara itu, Pidato Presiden Marcos tahunan ini berlangsung di tengah ketegangan politik di Filipina yang sedang meningkat.

Wakil Presiden Sara Duterte sedang menghadapi proses pemakzulan (impeachment), sementara publik juga diguncang skandal korupsi yang terkait dengan proyek-proyek pengendalian banjir fiktif.

(rds/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]