Irak Kecam Serangan Gabungan AS-Saudi Tewaskan 20 Orang

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 18:09 WIB
Ilustrasi bendera Irak. Foto: iStockphoto/HStocks
Jakarta, CNN Indonesia --

Irak mengecam serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi ke sejumlah wilayah negara itu pada Rabu (29/7), hingga menyebabkan 20 orang tewas.

Kecaman itu disampaikan Perdana Menteri Ali Falih Al Zaidi saat menggelar pertemuan darurat dengan partai koalisi Kerangka Koordinasi.

"Kerangka Koordinasi mengutuk keras agresi yang menargetkan wilayah Irak, yang mengakibatkan syahidnya sejumlah anggota Pasukan Mobilisasi Rakyat dan korban luka lain," demikian pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri di X.

Irak juga menyebut serangan AS-Saudi ke tujuh provinsi negara itu telah melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

"Serangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak dan kesucian tanahnya. Segala bentuk pelanggaran atau kompromi terhadap keamanan dan kedaulatan Irak tidak akan ditoleransi dalam keadaan apa pun," lanjut pernyataan koalisi tersebut.

Saudi dan Amerika Serikat menargetkan Hashed a Al Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) di Irak, yang dituduh ikut berperan dalam serangan ke fasilitas milik Riyadh dan Washington.

Namun pihak PMF telah membantah tuduhan Saudi. Mereka justru menyebut tudingan Riyadh hanyalah "rekayasa". Mereka juga menegaskan akan membalas serangan.

"Tindakan bodoh Saudi apa pun akan ditanggapi dengan keras," demikian pernyataan PMF.

Untuk pertama kalinya sejak perang AS-Iran pecah, Saudi mengakui tindakan militer tersebut. Selama ini Saudi mengeklaim terus menahan diri, meski wilayah tempat pangkalan AS berada ikut menjadi target serangan Iran.

Operasi gabungan AS-Saudi terjadi di tengah perang yang kembali pecah antara AS vs Iran pekan ini. 

Selain serangan di Irak, Saudi dan milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran, juga saling melancarkan serangan dalam beberapa waktu terakhir. Houthi bahkan memblokir jalur maritim Saudi di Laut Merah.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK