Poin-poin BoP Lucuti Hamas: Bentuk Badan Baru-Israel Mundur dari Gaza

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 21:05 WIB
Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza Palestina mengeluarkan kesepakatan tindak lanjut dari gencatan senjata guna melucuti persenjataan Hamas. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Jalur Gaza Palestina mengeluarkan kesepakatan tindak lanjut dari gencatan senjata guna melucuti persenjataan Hamas.

Kesepakatan itu diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial buatannya, Truth Social, pada Jumat (31/7).

"Hari ini, Dewan Perdamaian mencapai kesepakatan BERSEJARAH untuk PELUCUTAN SENJATA SECARA LENGKAP Hamas dan semua kelompok bersenjata lain di Gaza," kata Trump.

"Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng," imbuh dia.

Pelucutan senjata Hamas merupakan implementasi rencana 20 poin kesepakatan yang diusulkan AS pada November tahun lalu.

Berikut poin-poin Dewan Perdamaian dalam kesepakatan baru menurut rilis resmi, pernyataan Trump, dan salinan dokumen perjanjian yang beredar.

1. Kesepakatan bersejarah

Dalam pernyataan resmi BoP di X, mereka menyampaikan terima kasih kepada mediator Turki, Qatar, dan AS atas upaya yang ditempuh selama ini.

BoP juga menyebut peta jalan, yang merupakan lanjutan dari gencatan senjata ini, bersejarah.

"Peta jalan ini mewakili terobosan bersejarah," demikian menurut BoP.

2. Peta jalan harus siap dalam 14 hari

Menurut salinan dokumen yang ditinjau Al Jazeera menetapkan bahwa peta jalan pelucutan senjata yang tepat harus disiapkan dalam waktu 14 hari.

Namun, durasi waktu itu bisa diperpanjang tergantung persetujuan badan verifikasi internasional, dan persetujuan semua pihak.

3. Pemerintahan Gaza beralih ke Komite

Dalam rilis resmi, BoP menyatakan Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) akan mengambil alih Gaza. NCAG merupakan badan yang dibentuk di bawah naungan BoP untuk memerintah Gaza sementara.

NCAG terdiri dari komite teknokrat Palestina dan tugasnya akan didukung Pasukan Stabilsasi Internasional (ISF).

"[NCAG] segera akan memulai transisi bertahap menuju otoritas penuh, didukung oleh Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dan akan mempercepat pelaksanaan supremasi hukum, keamanan, dan perbaikan kemanusiaan di Gaza," demikian pernyataan BoP.

Selama ini, Gaza dikuasai Hamas karena menang dalam pemilihan umum.

4. Lucuti Hamas

Dalam pernyataan resmi BoP di X, mereka menerangkan Hamas menyetujui peta jalan untuk menerapkan tahap-tahap selanjutnya dari gencatan senjata.

"Untuk pertama kalinya, Hamas secara resmi berkomitmen pada rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk melepaskan semua senjatanya, yang akan diikuti oleh penarikan Israel dari Gaza," lanjut rilis tersebut.

5. Pelucutan Hamas diawasi Komite

Salinan perjanjian yang diperoleh Al Jazeera juga menyebutkan proses pelucutan senjata akan dimulai setelah Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) dan Pasukan Stabilisasi Internasional masuk ke wilayah itu.

NCAG kemudian akan mengawasi proses "inventarisasi dan penyimpanan", dengan komite verifikasi internasional sebagai pengamat, dan faksi-faksi Palestina yang ikut berpartisipasi.

Sederhananya, NCAG akan mengawasi dan menyimpan senjata berat, terowongan, dan lokasi produksi militer usai dibongkar.

6. Senjata diserahkan ke Komite

Selama proses pelucutan itu, tak ada senjata atau logistik yang diserahkan ke Israel dan pihak Palestina mana pun. Hanya Komite Nasional satu-satunya kekuatan yang memegang senjata di Gaza.

Pejabat BoP mengonfirmasi bahwa Hamas dan faksi bersenjata lain akan menyerahkan senjata ke Komite Nasional yang akan mengelola Gaza.

Pejabat tersebut juga mengatakan senjata yang dipegang polisi akan dipindahkan terlebih dahulu, diikuti oleh pelucutan senjata berat.

Selain itu, dia mengatakan semua aktivitas militer di Gaza harus dihentikan berdasarkan rencana tersebut.

7. Berdalih demi Gaza dan keamanan Israel

Menurut BoP konsesi itu akan membawa banyak manfaat untuk Gaza sekaligus keamanan bagi Israel.

"Ini membawa janji untuk memberikan manfaat signifikan bagi rakyat Gaza, yang telah menunggu terlalu lama untuk masa depan yang lebih baik, serta keamanan bagi rakyat Israel," demikian rilis BoP.

8. Israel angkat kaki dari Gaza

Kembali ke pernyataan Trump, dalam unggahannya di Truth Social, dia menyebut pasukan Israel akan ditarik dari Gaza secara bertahap.

"Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," tulis Trump.

Sebelum Israel angkat kaki, kata dia, pelucutan Hamas harus dilakukan terlebih dahulu. Kesepakatan ini akan diterapkan secara bertahap.

9. Respons Hamas

Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan perundingan itu berat.

"Negosiasi ini sulit dan berat, dan kami mencoba mencapai formula terbaik yang mungkin dicapai," kata Hamad

Hamad lalu mengatakan pelucutan senjata bergantung pada penarikan Israel dari Gaza dan kemajuan rekonstruksi di wilayah Palestina.

Dia juga menegaskan Hamas enggan mematuhi perjanjian itu jika Israel melanggar kesepakatan.

Israel sudah berulang kali melanggar gencatan senjata. Misalnya mereka terus menyerang sipil hingga menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina sejak gencatan senjata, merebut lebih banyak wilayah, dan terus membatasi pergerakan orang dan barang keluar-masuk Gaza.

Israel belum memberi komentar soal perjanjian itu.

(isa/bac/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK