Rival di Pemilu Israel Serang Netanyahu soal Kesepakatan dengan Hamas
Pemimpin partai baru Yashar sekaligus calon Perdana Menteri Israel, Gadi Eisenkot, menyinggung isu Hamas menyetujui peta jalan Board of Peace (BoP) dan bersedia melucuti senjata di Jalur Gaza untuk menyerang PM petahana, Benjamin Netanyahu.
Eisenkot, yang digadang-gadang calon terkuat sejauh ini yang dapat menantang posisi petahanan Natanyahu, menilai keputusan ini harus dinilai berdasarkan apakah tujuan perang Israel selama ini terpenuhi atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kesepakatan hanya dapat dinilai berdasarkan satu ukuran: apakah kesepakatan itu berhasil mencapai tujuan perang, yaitu menghancurkan atau melumpuhkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas," tulis Eisenkot di platform X.
"Apa pun yang tidak memenuhi tujuan tersebut merupakan kegagalan total," paparnya seperti dikutip Al Jazeera pada Jumat (31/7).
Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel itu mengatakan kegagalan Netanyahu untuk memaparkan isi kesepakatan kepada publik Israel soal Hamas ini menimbulkan "pertanyaan-pertanyaan serius", salah satunya terkait potensi kesepakatan tersebut dipaksakan kepada Israel tanpa keterlibatan langsung pemerintahnya dalam proses penyusunannya.
Eisenkot juga mengkritik hasil agresi Israel di Jalur Gaza Palestina selama ini, terutama sejak Oktober 2023. Menurutnya, operasi militer tersebut gagal mencapai hampir seluruh tujuan perang yang telah ditetapkan, kecuali keberhasilan membebaskan para sandera Israel.
Netanyahu semakin terancam menjelang pemilihan umum Israel pada Oktober mendatang. Di dalam negeri, sentimen publik terhadap pemerintahannya selama tujuh periode terus memburuk menyusul ketidakjelasan hasil perang dengan Iran dan Hamas di Jalur Gaza.
Sementara itu, di kancah internasional Israel makin dikucilkan imbas agresi brutalnya ke Jalur Gaza hingga hubungannya yang merenggang dengan Presiden Donald Trump imbas perbedaan tujuan soal perangi Iran.
Sementara itu, sejauh ini ada dua nama tokoh muncul sebagai kandidat yang dianggap layak menggantikan posisi Netanyahu, yakni Gadi Eisenkot dan eks PM Naftalli Bennet.
Ketika para responden survei ditanya terkait siapa sosok yang pantas menjadi PM, sebanyak 38 persen responden menyebut Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan Bennet.
Dikutip dari Times of Israel, survei ini juga meminta pendapat responden soal siapa sosok yang dianggap paling bisa dipercaya. Sebanyak 38 persen menyebut Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan 12 persen menyebut Bennet.
Dalam jajak pendapat soal manajemen ekonomi negara, Netanyahu juga tampak kalah dari Bennet.
Hasil survei tersebut menunjukkan 28 persen responden meyakini Bennet lebih mampu menangani ekonomi dan biaya hidup, baru disusul Netanyahu dengan 23 persen, dan Eisenkot 16 persen.
(rds)[Gambas:Video CNN]
