Ukraina Ingin Pakai Starlink Serang Rusia, Perlu Izin Musk

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 05:31 WIB
Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy and U.S. President Donald Trump react at the end of a press conference after their lunch meeting at Trump's Mar-a-Lago club, in Palm Beach, Florida, U.S., December 28, 2025. REUTERS/Jonathan Ernst
Zelensky minta bantuan Trump agar Ukraina dapat izin dari Elon Musk memakai Starlink untuk memandu serangan ke dalam Rusia. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengajukan permintaan kepada Presiden AS Donald Trump dan pejabat Amerika lain, agar membantu Ukraina memperoleh izin dari bos SpaceX, Elon Musk, untuk memakai sistem komunikasi satelit Starlink buat memandu serangan di dalam wilayah Rusia.

Dorongan ini muncul saat Zelensky mencari cara lain mengurangi kebutuhan sistem pertahanan udara Patriot buatan AS, untuk menangkal gempuran rudal dan drone Rusia yang terus berlangsung ke wilayahnya. Interceptor Patriot dikatakan makin terbatas pasokannya seiring perang AS dan Israel melawan Iran yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zelensky mengajukan permintaan itu langsung ke Trump dalam pertemuan di Oval Office pekan ini, menurut satu orang yang mengetahui langsung persoalan tersebut, seperti diberitakan AP News. Ia juga menyampaikan ke anggota kongres di Capitol Hill bahwa ia ingin Starlink membantu penargetan di dalam Rusia, menurut orang lain yang berada di ruangan itu.

Kedua sumber ini berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas pembicaraan. Trump tidak memberikan komitmen atas permintaan tersebut.

Starlink dibatasi di Rusia

Musk selama ini mengizinkan Ukraina memakai Starlink di wilayah mereka sendiri, termasuk di wilayah yang diduduki Rusia, tapi membatasi penggunaannya di dalam wilayah Rusia. Zelensky sudah mengupayakan perluasan izin ini ke pejabat AS setidaknya selama beberapa pekan terakhir.

Gedung Putih, Kedutaan Besar Ukraina di Washington, dan pejabat SpaceX tidak segera merespons permintaan komentar AP soal hal ini. Upaya Zelensky meminta izin Musk ini pertama kali dilaporkan oleh The Atlantic.

Risiko senjata antisatelit

Memberi izin perluasan Starlink berpotensi membawa risiko bagi Musk. AP News melaporkan pada Desember 2025 bahwa dua badan intelijen negara anggota NATO, yang tak diidentifikasi, menduga Rusia sedang mengembangkan senjata antisatelit baru untuk menyasar konstelasi Starlink dengan awan serpihan yang mengorbit dan bersifat merusak.

Temuan intelijen ini ditunjukkan ke AP News dengan syarat badan yang terlibat tak diidentifikasi, dan AP News sendiri menyatakan tidak bisa memverifikasi secara independen kesimpulan dari temuan tersebut. Menurut temuan itu, Rusia memandang Starlink sebagai ancaman serius, mengingat ribuan satelit orbit rendahnya krusial bagi bertahannya Ukraina menghadapi invasi Rusia sejak Februari 2022.

Trump ragu soal Patriot

Zelensky juga menyampaikan permintaan serupa ke anggota kongres AS, setelah sebelumnya ia sampaikan Juli lalu dalam KTT NATO di Turki. Ia berbicara dengan anggota kongres pada Selasa malam (28/7), menjelang pemungutan suara Senat atas paket sanksi baru terhadap Rusia.

Zelensky turut mengulang permintaan lebih banyak Patriot dan perjanjian lisensi produksi mandiri, kata Senator Mike Rounds, Republikan dari South Dakota, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, yang ikut dalam delegasi kongres di KTT NATO tersebut.

Namun Trump justru tampak mundur dari komitmen soal lisensi Patriot itu, saat pertemuan Kabinet di Camp David, Jumat (31/7). "Kami masih membicarakannya. Tapi ini hal yang sulit, menyerahkan teknologi semacam itu," kata Trump kepada wartawan.

Rounds menyebut kebutuhan Ukraina atas Starlink berkaitan dengan akurasi serangan jarak jauh dan menengah mereka.

"Mereka lebih memilih tepat sasaran, dibanding sekadar di area umum. Dia menyampaikan itu dengan sangat jelas," kata Rounds.

(fea)


[Gambas:Video CNN]